Mitraterkini.com, SIAK – Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan kepada para petani.
Salah satu upaya tersebut dilakukan Polsek Lubuk Dalam, Polres Siak, dengan melaksanakan pengecekan tanaman jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 di Kampung Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Kampung Sialang Baru, Aiptu Turmudi, sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.
Dalam pengecekan tersebut, tanaman jagung pipil yang dibudidayakan dengan sistem monokultur telah memasuki usia sekitar 70 Hari Setelah Tanam (HST). Hasil pemantauan menunjukkan tanaman tumbuh dengan baik dan dalam kondisi sehat, sehingga diharapkan mampu memberikan hasil panen yang optimal.
Aiptu Turmudi mengatakan, pendampingan kepada kelompok tani merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membantu menyukseskan program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami rutin melakukan pengecekan dan pendampingan kepada kelompok tani. Pada kesempatan ini kami juga berdiskusi mengenai perawatan lanjutan agar tanaman tetap tumbuh optimal hingga masa panen nanti,” ujar Aiptu Turmudi.
Selain melakukan pengecekan, Bhabinkamtibmas bersama kelompok tani juga menyusun langkah lanjutan berupa pemupukan dan perawatan intensif guna menjaga pertumbuhan tanaman jagung hingga memasuki masa panen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan nasional. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Masyarakat Kampung Sialang Baru menyambut baik pendampingan yang dilakukan Polri. Sinergi antara aparat kepolisian dan kelompok tani diyakini akan semakin memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Lubuk Dalam sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.***(Red)