MITRATERKINI.COM, BANYUWANGI– Kabupaten Banyuwangi kembali masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2026. Dalam ajang penghargaan tingkat nasional tersebut, Banyuwangi mengajukan sebanyak 250 inovasi yang dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memaparkan sejumlah inovasi unggulan daerah di hadapan tim penilai melalui pertemuan daring, Rabu (4/11/2026).
Penilaian IGA 2026 melibatkan 30 anggota tim penilai dari 26 instansi. Mereka berasal dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, media nasional hingga organisasi nonpemerintah (NGO).
Sejumlah instansi yang terlibat di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Bidang Polkam, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kementerian PANRB. Sementara dari kalangan akademisi terdapat Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin dan Universitas Sriwijaya.
Mujiono mengatakan, inovasi bukan sekadar menghadirkan program baru atau memanfaatkan teknologi. Lebih dari itu, inovasi merupakan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Karena itu, inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pembangunan, dan yang penting harus berdampak pada masyarakat,” ujar Mujiono.
Dalam pemaparan tersebut, terdapat dua inovasi unggulan yang menjadi perhatian, yakni Goker Wangi di bidang ketenagakerjaan dan Rindu Bulan di sektor pendidikan.
Goker Wangi atau Golek Kerjo Banyuwangi merupakan layanan ketenagakerjaan terintegrasi yang turut berkontribusi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banyuwangi. Angkanya tercatat turun dari 5,42 persen pada 2021 menjadi 3,94 persen pada 2025.
Layanan ini tidak hanya berfungsi sebagai bursa kerja daring, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti bimbingan jabatan, pasar kerja inklusif bagi penyandang disabilitas, pelacakan status lamaran kerja (tracking status), hingga penilaian mandiri (self-assessment) bagi pencari kerja.
Melalui Goker Wangi, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan, mendaftar pekerjaan, memperoleh konsultasi dan pendampingan karier, serta mendapatkan informasi pelatihan dari lembaga pelatihan kerja swasta, pemerintah maupun perangkat daerah.
“Pada tahun 2025 ada 5.418 orang yang mengakses Goker Wangi yang terintegrasi di aplikasi Smart Kampung,” jelas Mujiono.
Selain bidang ketenagakerjaan, Banyuwangi juga mengandalkan inovasi Rindu Bulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan manusia melalui penuntasan wajib belajar 12 tahun.
Program ini merupakan gerakan kolaboratif dengan menempatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan dalam memastikan anak-anak usia sekolah tidak putus sekolah.
Pelaksanaannya dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pendataan berkala anak tidak sekolah (ATS), mengembalikan anak ke bangku sekolah, serta memberikan pendampingan psikososial.
Hasilnya, jumlah anak tidak sekolah di Banyuwangi berhasil ditekan dari 4.186 anak pada 2023 menjadi 1.356 anak pada 2025.
Tidak hanya itu, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun juga meningkat signifikan. Dari sebelumnya hanya tiga desa, kini bertambah menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun.
“Capaian lainnya, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun meningkat pesat, dari semula hanya tiga desa menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun,” ungkap Mujiono.
Banyuwangi sendiri memiliki rekam jejak positif dalam ajang Innovative Government Award. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berhasil meraih predikat Kabupaten Terinovatif selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018.
Dengan mengajukan 250 inovasi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap dapat kembali mempertahankan prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan program pemerintahan yang inovatif, efektif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.**”
(Supari)