Aktivitas UMKM Terganggu, MAPALHI Desak DPRD Rohil Sidak Proyek Pipa Gas Dusem

MITRATERKINI.COM, ROKAN HILIR – Ketua Umum Masyarakat Peduli Lingkungan (MAPALHI), Habib Gultom, mendesak DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan proyek pembangunan pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Rohil. Selasa (3/11/2026).

Selain melakukan sidak, DPRD Rohil juga diminta memanggil pihak Kerja Sama Operasi (KSO) selaku pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas berbagai dampak pekerjaan yang dikeluhkan masyarakat.

Habib menilai, aktivitas penggalian dan penimbunan tanah bekas galian telah mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur proyek.

Bahkan, timbunan tanah bekas galian tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan. Sejumlah kendaraan, termasuk truk, dilaporkan mengalami insiden hingga terperosok akibat kondisi jalan yang terdampak pekerjaan proyek.

“Pemda Rohil juga perlu turun tangan. Jangan sampai masyarakat Rohil terhambat mencari nafkah akibat aktivitas proyek ini,” tegas Habib saat ditemui awak media di Bagan Batu, Senin (2/11/2026).

Tak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan, Habib juga menyoroti dampak pekerjaan proyek terhadap jaringan telekomunikasi. Ia menduga kabel serat optik milik Telkom kerap terputus akibat aktivitas penggalian, sehingga menyebabkan gangguan jaringan internet.

Menurutnya, persoalan buka-tutup jalan yang terkadang memicu kemacetan masih dapat dimaklumi sebagai konsekuensi pekerjaan proyek. Namun, dampak lain yang merugikan masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Habib turut menyoroti penggunaan alat berat jenis excavator yang melintasi badan jalan beraspal. Menurutnya, pelindung track atau rantai alat berat yang menggunakan ban bekas berukuran kecil dan sudah dalam kondisi gepeng dinilai tidak memadai untuk melindungi permukaan aspal.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menyebabkan kerusakan badan jalan yang selama ini digunakan masyarakat.

“Kalau soal buka-tutup jalan, mungkin itu bukan terlalu menjadi persoalan meskipun terkadang menimbulkan kemacetan. 

Tetapi, kalau sampai mengganggu usaha masyarakat, membahayakan pengguna jalan, jaringan internet terganggu, bahkan berpotensi merusak aspal, ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Oleh karena itu, Habib berharap anggota DPRD Rohil, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV maupun dapil lainnya yang wilayahnya dilintasi proyek pipa gas Dumai–Sei Mangkei, segera mengambil langkah tegas.

Ia meminta para wakil rakyat tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi turun langsung melihat kondisi di lapangan serta memanggil pihak KSO guna mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul.

“Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut. Pembangunan memang penting, tetapi jangan sampai masyarakat justru menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat pelaksanaannya,” tutup Habib.

Penulis: Edisupriadi

Editor: Paijo