Mitraterkini.com, Sungai Mandau – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat di wilayah Kecamatan Sungai Mandau. Kapolsek Sungai Mandau, IPDA J.B. Panjaitan, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak turun langsung ke lapangan meninjau perkembangan tanaman jagung pipil di area perkebunan PT RAPP Estate Mandau, pada [hari, tanggal bulan 2026].
Peninjauan dilakukan di lahan seluas 40 hektar yang tengah dikembangkan sebagai kawasan budidaya jagung pipil guna mendukung program ketahanan pangan dan memperkuat swasembada pangan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sungai Mandau bersama tim Dinas Pertanian memantau kondisi tanaman yang masih berada pada fase awal pertumbuhan. Keduanya juga berdialog dengan pekerja lapangan dan pengelola kebun untuk memastikan proses penanaman hingga perawatan berjalan sesuai target.
Selain melihat persentase tumbuh tanaman, tim turut mengecek kondisi lahan, sistem pengairan, serta mengantisipasi potensi gangguan seperti serangan hama maupun kendala teknis lainnya yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman jagung.
Kapolsek Sungai Mandau, IPDA J.B. Panjaitan, mengatakan monitoring secara berkala menjadi langkah penting guna memastikan program pemanfaatan lahan pertanian berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal saat panen.
“Kami bersama Dinas Pertanian turun langsung memastikan pengembangan lahan jagung seluas 40 hektar di PT RAPP Estate Mandau berjalan sesuai rencana.
Perkembangannya akan terus dipantau agar hasil panennya maksimal dan mampu memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Siak mengapresiasi keterlibatan aktif jajaran Polsek Sungai Mandau dalam mendukung sektor pertanian.
Sinergi bersama perusahaan dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Siak.
Pada kesempatan tersebut, tim Dinas Pertanian juga memberikan arahan teknis kepada pekerja lapangan terkait pola perawatan tanaman, pemupukan yang tepat, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) agar pertumbuhan jagung tetap optimal.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pengembangan lahan jagung seluas 40 hektar di PT RAPP Estate Mandau diharapkan mampu menjadi salah satu penopang produksi pangan di wilayah Sungai Mandau sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
(Red)