Dekat Tanpa Sekat: Momen Hangat Kapolsek Sungai Mandau ‘Ngopi’ Bareng Petani

Mitraterkini.com, sungai Mandau – Pemandangan hangat terlihat di salah satu areal pertanian wilayah hukum Polsek Sungai Mandau. Kapolsek Sungai Mandau, IPDA JB Panjaitan, S.H., tampak duduk santai bersama para petani di bawah naungan terpal biru sederhana, menikmati suasana penuh keakraban sambil berbincang ringan dengan warga. Jumat (08/05/2026).

Momen tersebut terjadi saat IPDA JB Panjaitan melakukan kunjungan rutin menyapa masyarakat. Dengan mengenakan pakaian santai dan topi bucket, ia terlihat membaur tanpa sekat bersama para petani yang tengah beristirahat usai bekerja di ladang.

Suasana penuh kekeluargaan itu menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan pendukung ketahanan pangan.

Di sela obrolan santai, Kapolsek mendengarkan langsung berbagai keluhan dan harapan warga, mulai dari persoalan keamanan lahan pertanian, harga komoditas, hingga pelayanan kepolisian di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga keamanan dan kesejahteraan mereka menjadi perhatian kami,” ujar IPDA JB Panjaitan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada warga, di antaranya mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian hasil kebun, menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, serta mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar mengingat cuaca panas yang mulai meningkat.

Selain itu, warga juga diajak untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian dan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Kehadiran Kapolsek di tengah para petani mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasa senang karena sosok pimpinan kepolisian mau turun langsung ke lapangan dan merasakan kehidupan masyarakat secara dekat.

“Jarang ada pejabat yang mau duduk santai di bawah terpal bersama kami. Rasanya seperti keluarga sendiri,” ungkap salah seorang petani sambil tersenyum.

Kegiatan sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat dapat dibangun melalui cara-cara humanis, dengan hadir, mendengar, dan merangkul warga secara langsung.

(Red)