Sinergi Tim Ketapang Polda Riau dan CD RAPP Atasi Hama Ulat Grayak di Lubuk Jering

Mitraterkini.com, Sungai Mandau – Upaya menjaga ketahanan pangan dan produktivitas pertanian terus digalakkan di wilayah hukum Polsek Sungai Mandau.

Tim Ketahanan Pangan (Ketapang) Polda Riau bersama Tim Community Development (CD) RAPP melakukan aksi cepat tanggap penanggulangan hama ulat grayak di Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Jumat (08/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di area perkebunan warga tersebut turut didampingi Bhabinkamtibmas Kampung Lubuk Jering Bripka Bambang Setiawan, Mubarok dan Bripda putra.

Langkah kolaboratif ini dilakukan menyusul adanya laporan serangan hama ulat grayak yang berpotensi merusak tanaman pangan dan perkebunan milik masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan fisik tanaman sekaligus memantau tingkat serangan hama.

Tim CD RAPP juga memberikan edukasi dan arahan teknis terkait metode pengendalian hama yang efektif serta ramah lingkungan.

Sementara itu, Tim Ketapang Polda Riau memastikan proses pendampingan kepada petani berjalan optimal agar kerugian akibat serangan hama dapat diminimalisir.

“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri melalui program Ketapang, bersinergi dengan pihak swasta dalam hal ini CD RAPP, untuk memastikan stabilitas pangan di tingkat desa tetap terjaga,” ujar perwakilan tim di lokasi kegiatan.

Bhabinkamtibmas Kampung Lubuk Jering Bripka Bambang Setiawan juga berperan aktif menjembatani komunikasi antara petugas teknis dengan masyarakat petani.

Melalui koordinasi yang intensif, warga diharapkan lebih waspada terhadap gejala awal serangan hama sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kerja sama ini sangat membantu petani kami.

Dengan adanya bimbingan teknis dan bantuan pemantauan ini, masyarakat menjadi lebih optimis bahwa hasil panen mereka bisa terselamatkan dari ancaman ulat grayak,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi berkelanjutan antara kepolisian, pihak swasta, dan pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional hingga ke tingkat kampung.

(Red)