Aset Rusak Berat RSUD Siak Raib, Aksi Diduga Pemulung Terekam CCTV

Mitraterkini.com, Siak – Sejumlah aset barang rusak berat milik RSUD Kabupaten Siak dilaporkan hilang. Aksi pencurian tersebut diduga dilakukan oleh pemulung dan terekam kamera CCTV di area belakang rumah sakit. Kamis (16/4/2026)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Minggu, 5 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, pihak pengelola baru menyadari kehilangan tersebut pada 9 April 2026 setelah melakukan pengecekan rekaman CCTV.

Salah seorang staf pengurus aset barang rusak, Tony, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa barang yang hilang berada di lokasi penumpukan aset rusak berat yang selama ini disimpan di belakang rumah sakit sambil menunggu proses lelang.

“Awalnya kami melihat satu mesin medis, seperti kulkas obat, sudah tidak ada di tempat. Karena merasa janggal, kami langsung mengecek CCTV yang terpasang di beberapa titik. Dari rekaman terlihat ada pemulung masuk dari arah belakang melalui pagar,” ujar Tony.

Dari hasil pantauan rekaman, pelaku diduga berjumlah empat orang, sebagian di antaranya perempuan. Mereka masuk melalui area berpagar di bagian belakang dan membawa sejumlah barang dari lokasi tersebut.

Tony menegaskan, seluruh barang yang berada di lokasi itu merupakan aset rusak berat yang sudah tidak digunakan lagi. Sebagian besar bahkan telah habis masa manfaat dan memiliki nilai buku nol, meski nilai perolehannya saat awal pembelian cukup besar.

“Nilai buku memang sudah nol karena masa manfaat alat medis rata-rata hanya sekitar tujuh tahun. Tapi kalau nilai perolehan tentu cukup besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit masih melakukan pendataan jumlah pasti barang yang hilang. Pasalnya, kondisi barang yang ditumpuk beragam—ada yang masih utuh dan ada pula yang sudah terpisah-pisah.

“Belum bisa dihitung secara pasti. Bisa jadi yang dibawa hanya sebagian komponen,” tambahnya.

Pihak RSUD telah menyerahkan rekaman CCTV kepada kepolisian. Aparat juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

Sementara itu, Abdul Yadi selaku pengurus aset sementara turut membenarkan kejadian tersebut.

Hingga kini, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pendataan lengkap serta tindak lanjut dari kepolisian terkait dugaan pencurian aset tersebut.***

(Rls/Red)