Penabalan Gelar Adat Datuk Wira Setia Wangsa, Tuan Nasya Nugrik Emban Amanah Lestarikan Budaya Melayu

Mitraterkini.com, Siak – Suasana penuh khidmat dan sarat dengan nilai-nilai budaya Melayu mewarnai prosesi penabalan gelar adat Datuk Wira Setia Wangsa kepada Tuan Nasya Nugrik, M.IP.

Penabalan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus amanah yang diberikan oleh lembaga adat kepada sosok yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, serta kepedulian tinggi dalam menjaga, melestarikan, dan memajukan adat istiadat serta budaya Melayu.

Penganugerahan gelar adat ini merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi dan pengabdian Tuan Nasya Nugrik dalam mendukung pelestarian nilai-nilai luhur budaya Melayu.

Di balik kehormatan tersebut, tersimpan tanggung jawab moral untuk terus menjaga marwah adat, memperkuat persatuan, serta menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Gelar Datuk Wira Setia Wangsa mengandung makna seorang pemimpin yang berjiwa kesatria, teguh memegang amanah, setia kepada adat dan masyarakat, serta senantiasa mengayomi dengan kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Tuan Nasya Nugrik, M.IP., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya melalui penabalan gelar adat tersebut.

Menurutnya, gelar Datuk Wira Setia Wangsa bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Amanah itu menjadi motivasi untuk terus mengabdi kepada masyarakat sekaligus berkontribusi dalam melestarikan adat dan budaya Melayu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan lembaga adat atas kepercayaan yang diberikan kepada saya.

Gelar ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Melayu, melestarikan warisan budaya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan para pemangku adat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat eksistensi budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.

“Saya berharap amanah ini dapat saya emban dengan sebaik-baiknya.

Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai adat serta budaya Melayu kepada generasi penerus agar tetap lestari dan menjadi jati diri bangsa,” tutupnya.

Melalui penabalan gelar adat tersebut, diharapkan Tuan Nasya Nugrik mampu terus menjadi teladan, memperkuat persatuan, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Melayu agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

(Red)