Video Bupati Afni Viral Nasional, Wapres Gibran Gerak Cepat Tinjau 3T Siak

Mitraterkini.com, PEKANBARU – Video Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., saat mengunjungi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, Kabupaten Siak, Riau, viral di media sosial hingga mendapat perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Video tersebut disebut telah ditonton jutaan kali dan direpost oleh 8.489 akun hingga menyebar secara nasional.

Respons pemerintah pusat pun disebut berlangsung cepat. Sehari setelah video tersebut viral, Sekretariat Wakil Presiden menghubungi staf Bupati Siak dan menyampaikan rencana peninjauan langsung kondisi wilayah 3T di Siak.

Bupati Siak Afni membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan, tim khusus dari Sekretariat Wakil Presiden berjumlah delapan orang dan dijadwalkan turun langsung ke wilayah 3T Siak.

“Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak,” kata Afni, Ahad (4/10/2026).

Menurut Afni, komunikasi dengan tim masih berlangsung hingga Sabtu malam. Tim menanyakan akses menuju lokasi, termasuk transportasi dan penginapan.

“Kami jawab, ke sana hanya bisa dilalui kapal. Itu pun kapal kami sewa untuk akses satu-satunya rakyat 3T dan tidak setiap hari ada, hanya tiga kali seminggu,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Afni, menggambarkan masih terbatasnya akses masyarakat di wilayah 3T Siak. Bahkan, fasilitas penginapan di kawasan tersebut juga belum memadai.

Afni menyambut positif respons cepat pemerintah pusat. Ia berharap kedatangan tim tidak sekadar melihat kondisi secara administratif, tetapi benar-benar menyaksikan persoalan masyarakat secara langsung.

“Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkret. Misalnya membantu pengadaan kapal, pelayanan pendidikan bus sekolah, dan lainnya,” harapnya.

Soroti MBG hingga Akses Dasar

Dalam video yang viral tersebut, Afni juga menyampaikan aspirasi anak-anak di wilayah 3T terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, layanan MBG belum beroperasi di sejumlah wilayah 3T Siak meski dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut sudah tersedia.

“MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi tidak buka-buka. Belum ada dapur MBG yang buka di wilayah 3T ini,” ungkap Afni.

Selain MBG, Afni menyoroti persoalan akses jalan, pendidikan, kesehatan hingga sektor pertanian.

Khusus perjalanan menuju Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, masyarakat harus mengandalkan transportasi air. Perjalanan menggunakan kapal bahkan dapat memakan waktu sekitar enam jam.

Afni ke Jakarta Bahas DBH Migas

Afni tidak dapat mendampingi tim khusus Wakil Presiden secara langsung karena harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak.

Mereka dijadwalkan bertemu dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan untuk mempertanyakan proyeksi Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas Siak untuk 2027.

“Saya tidak bisa menerima mereka hari ini karena saya berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Banggar DPRD Siak. Besok kami diterima Bapak Dirjen Perimbangan Keuangan untuk mempertanyakan proyeksi APBN 2027 yang menurunkan DBH migas. Kami mau mempertanyakan apa dasar perhitungannya. Pusat harus transparan pada daerah,” ujar Afni.

Afni menyebut, berdasarkan proyeksi yang diterima Pemerintah Kabupaten Siak, DBH migas Siak pada 2027 berpotensi dipangkas sekitar 70 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penjelasan secara utuh dari pemerintah pusat, khususnya terkait dasar perhitungan DBH migas.

Sementara itu, kunjungan tim khusus Wakil Presiden ke wilayah 3T Siak akan diterima Wakil Bupati Siak Syamsurizal bersama jajaran pemerintah daerah.

“Saya sampaikan tim ini nanti akan diterima oleh Bapak Wakil Bupati dan jajaran. Saya juga minta Pak Wakil Bupati menunjukkan bagaimana kondisi riil di lapangan wilayah 3T,” katanya.

Afni menegaskan, persoalan wilayah 3T Siak harus dilihat secara menyeluruh. Meski Siak dikenal sebagai daerah penghasil minyak, industri kehutanan dan perkebunan kelapa sawit, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati akses dasar secara layak.

“Di Siak ini meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat,” tegasnya.

Bupati perempuan pertama di Siak itu berharap kedatangan tim pemerintah pusat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kunjungan seremonial.

“Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan cuma seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi untuk persoalan yang ada di wilayah 3T Siak,” pungkas Afni.***

(Erik)