Retno Guntoro Serap Aspirasi Warga Sri Gading, Infrastruktur, Jalan hingga PAUD Jadi Prioritas

Mitraterkini.com, Siak – Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Daerah Pemilihan (Dapil) Rayon II, Retno Guntoro, SE., MM, menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Kampung Sri Gading, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Rabu (29/7/2026).

Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui program pembangunan daerah.

Kegiatan dihadiri Penghulu Kampung Sri Gading Sujarwo beserta perangkat kampung, tokoh masyarakat, RT/RW, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Penghulu Kampung Sri Gading Sujarwo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Retno Guntoro yang kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga.

Ia menjelaskan, kondisi jalan di sejumlah titik kampung masih membutuhkan perhatian. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah kampung belum dapat melakukan pembangunan secara maksimal, sehingga masyarakat berinisiatif melakukan gotong royong memperbaiki jalan yang rusak.

“Kami berharap Pak Dewan dapat membantu memperjuangkan pembangunan, baik melalui Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Provinsi Riau, maupun pemerintah pusat apabila terdapat program yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Retno Guntoro menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat di luar masa persidangan.

“Seluruh usulan yang disampaikan hari ini akan menjadi catatan penting bagi kami untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah,” kata Retno.

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi disampaikan warga. Salah satunya terkait normalisasi parit di jalan menuju SP 11 yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi semak sehingga aliran air tidak lancar. Kondisi tersebut menyebabkan lahan pertanian dan perkebunan warga kerap terendam banjir saat musim hujan.

Selain itu, perwakilan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Lubuk Dalam juga meminta perhatian terhadap kesejahteraan perangkat kampung, terutama terkait pembayaran hak-hak mereka yang diharapkan tidak lagi mengalami keterlambatan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Retno menjelaskan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Siak saat ini masih mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Meski demikian, ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap akan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat. Normalisasi drainase, pembangunan jalan, hingga kesejahteraan perangkat kampung akan terus kami perjuangkan melalui dinas terkait agar dapat direalisasikan ketika kondisi keuangan daerah semakin membaik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga RT 11 juga meminta perhatian terhadap pembangunan jalan lingkungan yang hingga kini belum terealisasi. 

Menurut Penghulu Kampung, usulan pembangunan jalan tersebut telah beberapa kali diajukan, namun masih terkendala keterbatasan anggaran.

Selain infrastruktur, warga turut mengusulkan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurut masyarakat, jumlah peserta didik terus meningkat, sementara kondisi bangunan dan sarana pendukung dinilai belum memadai.

Menanggapi hal itu, Retno menyatakan pembangunan sarana pendidikan merupakan salah satu sektor yang akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran pemerintah daerah.

Reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog interaktif.

Seluruh aspirasi masyarakat dicatat sebagai bahan pembahasan DPRD Kabupaten Siak untuk diperjuangkan dalam penyusunan program pembangunan daerah mendatang.

(Red)