Tragedi Jelang Ujian, Puting Beliung Luluhkan SMPN 1 Bandar Laksamana

Mitraterkini.com, BENGKALIS – Angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (7/6/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. 

Bencana yang datang secara tiba-tiba itu mengakibatkan kerusakan serius pada fasilitas pendidikan, rumah warga, hingga sejumlah fasilitas umum.

Bangunan SMP Negeri 1 Bandar Laksamana menjadi lokasi yang mengalami dampak paling parah.

Terjangan angin kencang merusak hampir seluruh bagian sekolah. Atap bangunan beterbangan, plafon runtuh, dinding mengalami kerusakan, dan berbagai peralatan sekolah berserakan di dalam maupun luar ruangan.

Usai cuaca mereda, kondisi sekolah tampak memprihatinkan. Potongan seng berhamburan di halaman, kaca-kaca pecah, kayu penyangga patah, serta sejumlah ruang belajar tidak lagi layak digunakan.

Penjabat Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh aparat desa bersama warga setempat.

“Seluruh ruangan SMPN 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan cukup berat. Saat ini kami masih melakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas. Kantor sekolah, laboratorium, hingga rumah dinas kepala sekolah juga terdampak. Sedikitnya 20 ruangan di lingkungan sekolah mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.

Selain merusak fasilitas pendidikan, angin kencang juga menghantam sedikitnya empat unit rumah warga dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Sebuah taman kanak-kanak turut terdampak dalam kejadian tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa pohon tumbang akibat kuatnya hembusan angin dan sempat menghalangi akses jalan di wilayah setempat. Situasi di sepanjang Jalan Lintas Dumai–Pakning juga sempat mencekam saat material bangunan beterbangan terbawa angin.

Sejumlah warga yang sedang beraktivitas pagi mengaku terkejut ketika angin berputar dengan kecepatan tinggi. Sebagian warga berusaha mencari perlindungan, sementara lainnya membantu menyelamatkan barang-barang dari bangunan yang rusak.

Kepala SMP Negeri 1 Bandar Laksamana, Yorafitriyani, turut mengalami momen menegangkan saat bencana terjadi. Ketika puting beliung menerjang kawasan sekolah, ia berada seorang diri di rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah.

“Saya tidak berani keluar. Anginnya sangat kuat,” ungkapnya.

Menurut Yorafitriyani, listrik padam mendadak dan suara benturan material bangunan terdengar dari berbagai arah. 

Setelah kondisi mulai aman, ia keluar dan mendapati hampir seluruh area sekolah mengalami kerusakan. Banyak bangunan kehilangan atap dan beberapa bagian struktur tidak lagi utuh.

Peristiwa ini terjadi pada waktu yang sangat krusial bagi sekolah. Pekan depan para siswa dijadwalkan mengikuti ujian. Namun akibat kerusakan yang terjadi, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.

Saat ini pihak sekolah bersama para guru fokus menyelamatkan dokumen penting dan memindahkan inventaris yang masih dapat digunakan ke lokasi yang lebih aman.

“Kami berharap bantuan segera datang. Ujian sudah dekat,” katanya.

Kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun hingga kini angka pasti masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh instansi terkait.

Meski kerusakan yang ditimbulkan tergolong besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. 

Faktor hari libur menjadi penyelamat karena saat puting beliung terjadi tidak ada aktivitas belajar mengajar sehingga seluruh ruang sekolah dalam keadaan kosong.

Warga sekitar juga berhasil menyelamatkan diri meskipun beberapa keluarga sempat mengungsi sementara hingga kondisi cuaca kembali aman.

Hingga Minggu siang, pemerintah desa bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan dampak bencana. 

Fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan fasilitas pendidikan dan penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Kini warga bergotong royong membersihkan puing-puing dan sisa material bangunan sambil menunggu bantuan datang. 

Di tengah keterbatasan yang ada, harapan terbesar masyarakat adalah agar aktivitas sekolah dapat segera kembali normal dan para siswa tetap bisa mengikuti ujian sesuai jadwal.***

Sumber catatan Riau.com

(Red)