Diduga Ada “Permainan”, BBM di Bengkalis Langka Meski Pasokan Masuk Puluhan Truk

Mitraterkini.com, Bengkalis – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi hampir sepekan terakhir di Kabupaten Bengkalis menuai sorotan tajam dari masyarakat. 

Meski pasokan BBM disebut terus masuk ke Pulau Bengkalis, fakta di lapangan justru menunjukkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Pantauan di SPBU Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis, pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 13.17 WIB, terlihat antrean kendaraan mencapai kurang lebih 50 meter. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM, bahkan untuk kebutuhan kendaraan pribadi.

“Minyak katanya ada, tapi ke mana perginya? Kami harus antre panjang seperti ini,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan. Sejak pagi hari sekitar pukul 07.31 WIB, antrean kendaraan tampak mengular hingga diperkirakan mencapai 100 meter.

Sejumlah warga menduga kelangkaan ini bukan semata karena kekurangan pasokan, melainkan adanya indikasi distribusi yang tidak tepat sasaran.

“Minyak sebenarnya ada setiap hari, tapi diduga diangkut pakai gerobak dan mobil ke tempat tertentu. Anehnya, pengecer juga jarang terlihat,” ungkap salah seorang warga lainnya.

Kelangkaan BBM ini dinilai sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga kegiatan ekonomi. Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis segera mengambil langkah tegas untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tepat sasaran.

Sementara itu, pihak media telah mencoba mengonfirmasi Kepala UPT Pelabuhan Roro Bengkalis, Hasan, melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci terkait distribusi BBM di lapangan.

Pihak UPT hanya menyampaikan data jumlah armada pengangkut BBM dan LPG yang masuk ke Pulau Bengkalis, yakni pada Kamis (2/4/2026) sebanyak 20 unit truk, Jumat 22 unit, dan Sabtu 18 unit.

Meski demikian, data tersebut belum mampu menjawab penyebab kelangkaan BBM yang terjadi di tengah masyarakat.***(Tim)

(Bersambung)