MITRATERKINI.COM, BANYUWANGI – Festival Ngopi Sepuluh Ewu 2026 sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Gelaran budaya yang berlangsung di Desa Wisata Adat Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu malam (7/11/2026), berlangsung meriah dengan mengangkat tradisi minum kopi bersama masyarakat adat Osing.
Sejak malam hari, jalan utama Desa Kemiren dipadati pengunjung yang ingin merasakan langsung tradisi ngopi bersama warga setempat. Panitia menyediakan sekitar 300 meja dan kursi yang berjejer di sepanjang jalan desa.
Selain menikmati kopi khas Banyuwangi dan aneka kue tradisional, para wisatawan juga disuguhi berbagai pertunjukan tari lokal yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Osing.
Ketua Panitia Festival, Moh Edy Saputro, mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Ngopi Sepuluh Ewu tahun ini didukung hasil perkebunan lokal. Panitia menyiapkan sebanyak satu kuintal biji kopi robusta yang berasal dari perkebunan di Banyuwangi.
“Kopi itu nanti akan kami sebar ke warga yang tinggal di kanan-kiri jalan sebelum festival,” jelas Edy.
Menurutnya, tradisi Ngopi Sepuluh Ewu memiliki keunikan tersendiri karena berkaitan erat dengan warisan budaya yang dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Kemiren.
Salah satu keistimewaannya adalah penggunaan cangkir keramik kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam setiap keluarga.
“Ketika seorang perempuan menikah, dia akan mendapat warisan berupa cangkir dan perlengkapan pecah belah dari orang tuanya,” ungkap Edy.
Dengan jumlah sekitar 1.100 kepala keluarga, diperkirakan terdapat lebih dari 10.000 cangkir kuno yang menjadi bagian dari warisan keluarga masyarakat adat Kemiren.
Keunikan tradisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya Nia Audina, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), yang mengaku sudah lama penasaran ingin menyaksikan langsung kemeriahan Festival Ngopi Sepuluh Ewu.
“Akhirnya saya bisa merasakan secara langsung suasana Ngopi Sepuluh Ewu. Festival ini terasa begitu spesial, apalagi Desa Kemiren kaya akan warisan seni dan budaya,” ujar Nia.
Festival Ngopi Sepuluh Ewu 2026 menjadi bukti bahwa tradisi leluhur dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya.
Melalui kegiatan ini, Desa Wisata Adat Kemiren tidak hanya mempertahankan tradisi masyarakat Osing, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal Banyuwangi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
(Supari/Heri)