MITRATERKINI.COM, ROHIL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana perkantoran.
Hingga memasuki minggu kelima pelaksanaan, progres fisik pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan gedung kantor tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.
Rehabilitasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas fasilitas perkantoran sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman guna menunjang kelancaran pelayanan publik.
Plt Kepala Disdikbud Rohil, Riwansyah, S.STP., M.Si., melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Sulaiman, mengatakan bahwa pekerjaan rehabilitasi sejauh ini berjalan cukup baik.
“Pekerjaan sudah memasuki minggu kelima dengan progres sekitar 30 persen. Kita berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan mutu, kualitas, dan keselamatan kerja,” ujar Sulaiman di Bagansiapiapi, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pekerjaan utama dalam rehabilitasi tersebut adalah pembongkaran total kubah beton ruang aula lantai III pada gedung depan Kantor Disdikbud Rohil yang memiliki diameter sekitar 16,5 meter.
Menurut Sulaiman, pembongkaran kubah bukan semata-mata untuk mengganti model bangunan, melainkan karena kondisi konstruksi beton dinilai sudah mengalami kerusakan serius dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Berdasarkan kondisi yang ditemukan, beton kubah, kolom, dan balok mengalami rembesan air. Bahkan, besi tulangan di dalam beton telah mengalami korosi atau berkarat cukup parah sehingga menyebabkan lapisan beton mengelupas. Kondisi kerusakan tersebut dikenal dengan istilah spalling atau delaminasi.
Kerusakan diduga terjadi akibat rembesan air yang berlangsung selama bertahun-tahun. Air yang masuk melalui pori-pori beton memicu korosi pada besi tulangan.
Ketika besi mengalami karat, volumenya mengembang dan menekan lapisan beton hingga retak serta terkelupas.
Selain itu, ditemukan retakan besar memanjang pada kolom penyangga kubah, mulai dari bagian atas hingga ke bawah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan kekuatan struktur penahan beban kubah.
“Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi kekuatan struktur dan membahayakan keselamatan. Penanganannya tidak cukup hanya dengan menambal menggunakan semen biasa atau memberikan lapisan ant bocor. Karena itu, kubah beton kami bongkar dan diganti dengan konstruksi penutup atap,” jelasnya.
Selain pembongkaran kubah, pekerjaan rehabilitasi juga meliputi penutupan atap pada bagian dak ruang keuangan dan ruang kepala dinas, pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP), serta pemasangan plafon PVC.
Pekerjaan juga menyasar gedung bagian belakang yang digunakan oleh Bidang PAUD, Bidang Kebudayaan, Bidang SMP, dan Bidang SD.
Adapun pekerjaan di gedung belakang meliputi pengecatan interior dan eksterior, penggantian plafon yang rusak akibat rembesan air dengan plafon PVC, serta pemasangan jendela aluminium.
Sulaiman menjelaskan, kondisi sejumlah bagian gedung belakang yang sudah cukup lama tidak mendapatkan rehabilitasi menjadi salah satu alasan dilakukannya pemeliharaan tersebut.
Dengan perbaikan ini, fasilitas perkantoran diharapkan kembali layak dan nyaman untuk menunjang aktivitas kedinasan.
Proyek rehabilitasi dan pemeliharaan gedung Kantor Disdikbud Rohil tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1,2 miliar.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara maksimal sesuai perencanaan, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kualitas hasil pekerjaan.
Sulaiman juga mengapresiasi pelaksanaan pekerjaan yang sejauh ini dinilai berjalan cukup cepat dan rapi.
Namun, ia mengingatkan kontraktor pelaksana beserta seluruh pekerja agar tidak hanya mengejar percepatan penyelesaian, tetapi tetap memperhatikan standar mutu pekerjaan dan keselamatan kerja.
“Harapan kita, setelah pekerjaan selesai, lingkungan kerja menjadi lebih baik dan nyaman sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Fasi