29 Siswa Ponpes Al Amin Alami Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG, Orang Tua Mengaku Anak Masih Sakit Perut

MITRATERKINI.COM, SIAK – Sebanyak 29 siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rabu (14/10/2026).

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian, sementara penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah siswa mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lubuk Dalam.

Sementara itu, dua siswa lainnya dilaporkan dirujuk ke rumah sakit di wilayah Kerinci karena mengalami kondisi yang lebih serius.

Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, wartawan melakukan wawancara dengan Vebri selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG terkait kejadian yang dialami siswa Ponpes Al Amin.

Dalam wawancara tersebut, Vebri menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan keterangan secara lengkap mengenai kronologi kejadian.

Saat ditanya mengenai kunjungannya ke Puskesmas Lubuk Dalam, Vebri menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan proses investigasi.

Wartawan juga menanyakan keberadaan tenaga ahli gizi.

Vebri mengatakan tenaga ahli gizi masih dalam perjalanan dan meminta agar keterangan lebih lanjut ditunggu sekitar empat hari.

Keterangan tersebut masih perlu dilengkapi dengan penjelasan dari pihak SPPG terkait proses pengolahan makanan, pendistribusian, serta langkah penanganan setelah adanya laporan siswa mengalami gangguan kesehatan.

Pihak Pondok Pesantren Al Amin menjelaskan bahwa makanan yang disajikan kepada para siswa berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut keterangan pihak pondok pesantren, SPPG Rawang Kao menyediakan ayam yang telah diungkep, sedangkan SPPG KLO 11 Koto Gasib memasok tempe dan sambal dalam kondisi bahan mentah.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

Sementara itu orang tua Prita Nur Asvina mengungkapkan bahwa anaknya masih merasakan sakit dan perih di bagian perut setelah mengonsumsi MBG di Ponpes Al Amin.

Ia mengatakan anaknya telah mendapatkan pengobatan di Puskesmas Lubuk Dalam. Namun, keluhan sakit dan perih di bagian perut masih dirasakan.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga. Orang tua berharap anaknya segera pulih dan mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan penyediaan makanan program MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa sekaligus memastikan keamanan makanan yang disalurkan,”ucapnya kepada wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Konfirmasi lanjutan dari pihak SPPG, tenaga ahli gizi, serta instansi kesehatan masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang.

( Red)