Polsek Lubuk Dalam dan Warga Gotong Royong Bantu Korban Kebakaran Rumah di Sialang Palas

MITRATERKINI.COM, SIAK — Kepedulian terhadap korban kebakaran ditunjukkan jajaran Polsek Lubuk Dalam bersama pemerintah kecamatan dan masyarakat Kampung Sialang Palas, Kabupaten Siak. Mereka bergotong royong membersihkan puing-puing rumah milik Tarsono yang terbakar, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 WIB di lokasi kebakaran, Kampung Sialang Palas, Kecamatan Lubuk Dalam.

Turut hadir Camat Lubuk Dalam H. M. Agung Apandi, S.Stp., M.Si., Kapolsek Lubuk Dalam Iptu Marhengky, S.Sos., MH., Sekcam Lubuk Dalam M. Jauhari, SE., M.Ak., Penghulu Kampung Sialang Palas Suwarso Widodo, personel Polsek Lubuk Dalam, Satpol PP Kecamatan Lubuk Dalam, mahasiswa dan mahasiswi KKN UIN Suska Riau, serta masyarakat Kampung Sialang Palas.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama seluruh unsur yang hadir membantu membersihkan puing-puing dan material bangunan bekas terbakar.

Kapolsek Lubuk Dalam Iptu Marhengky, S.Sos., MH., mengatakan kegiatan gotong royong merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang tertimpa musibah.

“Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban,” ujar Iptu Marhengky.

Selain membantu membersihkan lokasi, Kapolsek Lubuk Dalam juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada Tarsono dan istrinya.

Sementara itu, Camat Lubuk Dalam H. M. Agung Apandi memberikan bantuan berupa dokumen kependudukan kepada korban dan istrinya. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kembali kebutuhan administrasi kependudukan keluarga korban pascakebakaran.

Kepedulian juga datang dari Ketua RW 03 Kampung Sialang Palas yang turut memberikan bantuan kepada Tarsono dan istrinya. Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas lingkungan terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.

Gotong royong selesai sekitar pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada korban.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam membantu warga yang terdampak musibah serta meringankan beban keluarga korban dalam proses pemulihan.

(Red)