Mitraterkini.com, Sungai Mandau – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Sungai Mandau, IPDA JB Panjaitan, bersama tim supervisi ketahanan pangan Polda Riau melakukan pengecekan lahan jagung di area RAPP Sei Mandau, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan supervisi tersebut melibatkan Tim RAPP Sei Mandau, Bakomsus Polda Riau, Bhabinkamtibmas, serta Kelompok Tani Mungkal Jaya guna memantau perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan pengelolaan lahan berjalan optimal.
Kapolsek Sungai Mandau, IPDA JB Panjaitan, mengatakan kegiatan supervisi dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan tanaman jagung dan memberikan pendampingan kepada kelompok tani agar program ketahanan pangan dapat berjalan maksimal.
“Supervisi ini bertujuan memastikan perkembangan tanaman jagung terus meningkat sekaligus mencari solusi terhadap berbagai kendala di lapangan, baik terkait pemeliharaan tanaman, gulma, maupun serangan hama,” ujar IPDA JB Panjaitan.
Dalam pengecekan lapangan, tim menemukan lahan jagung di area RAPP Sei Mandau telah mencapai sekitar 85 persen area tanam. Dari total luas lahan 40 hektare, realisasi penanaman jagung saat ini mencapai sekitar 16 hektare.
Selain itu, pertumbuhan tanaman dinilai mengalami peningkatan dan akan dilakukan pengocoran pupuk berupa urea, TSP, serta NPK guna menunjang produktivitas tanaman jagung.
Kegiatan supervisi juga diisi diskusi teknis mengenai penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT), khususnya serangan ulat grayak Spodoptera, yang berpotensi menghambat pertumbuhan jagung.
Tim turut membahas strategi pengendalian gulma di area tanaman jagung yang berdampingan dengan eucalyptus agar tidak mengganggu perkembangan tanaman.
Tidak hanya itu, tim juga melakukan diskusi melalui sambungan komunikasi langsung (by call) bersama staf ahli Karo SDM guna memperoleh arahan terkait pengelolaan program ketahanan pangan di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, pendampingan dan pengawasan terhadap kelompok tani akan terus dilakukan, termasuk dalam perawatan tanaman, pengendalian gulma, serta pengocoran pupuk Bhayangkara Fertiplus sesuai arahan tim pendamping.
“Harapan kita tanaman jagung tumbuh optimal, hasil panen meningkat, dan program ketahanan pangan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup IPDA JB Panjaitan.
Selama kegiatan berlangsung, supervisi ketahanan pangan berjalan aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan di lapangan.
(Red)