Ali Syahbana Resmi Pimpin Tameng Adat LAMR Kabupaten Siak sebagai Panglima Utama

Mitraterkini.com, Siak — Ali Syahbana resmi memimpin Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak sebagai Panglima Utama, ditandai dengan disahkannya Surat Keputusan (SK) dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan hukum organisasi. 

Momentum tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat langkah organisasi adat menjaga marwah budaya Melayu di Kabupaten Siak, Senin (18/05/2026).

Dalam sambutannya, Panglima Utama Tameng Adat LAMR Kabupaten Siak, Ali Syahbana, menegaskan bahwa penandatanganan SK dan AD/ART bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan pijakan penting dalam memperkuat legalitas, arah perjuangan, serta tata kelola organisasi secara menyeluruh.

Menurutnya, keberadaan AD/ART dan SK menjadi amanah sekaligus pedoman bagi seluruh jajaran Tameng Adat untuk menjalankan fungsi menjaga marwah adat, memperkuat nilai-nilai budaya Melayu, serta membangun sinergi bersama pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah.

“Tameng Adat adalah benteng, bukan pemukul. Tugas kita mengayomi, menjaga kesetiaan pada adat, menyelaraskan langkah dengan Pancasila dan UUD 1945, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah,” tegas Ali Syahbana.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus dan pendekar Tameng Adat agar memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta kewenangan masing-masing, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. 

Struktur organisasi yang telah terbentuk diminta segera memperkuat koordinasi dan merapatkan barisan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Jangan ada yang berjalan sendiri. Kita adalah satu tubuh. Jika satu terluka, seluruh badan ikut merasakan,” ujarnya.

Ali Syahbana menekankan bahwa Tameng Adat LAMR Kabupaten Siak harus tampil sebagai lembaga yang tertib administrasi, santun dalam bertindak, namun tetap tegas dan berwibawa dalam menjaga marwah adat Melayu.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Ketua Umum MKA dan DPH LAMR Kabupaten Siak beserta seluruh pengurus yang telah memberikan bimbingan, tunjuk ajar, serta restu hingga SK dan AD/ART Tameng Adat dapat disahkan.

Ucapan penghargaan turut disampaikan kepada tim perumus yang telah bekerja keras menyusun AD/ART Tameng Adat LAMR Kabupaten Siak sebagai pedoman organisasi.

Menutup sambutannya, Panglima Utama mengajak seluruh pengurus dan pendekar untuk memperkuat tekad menjaga bumi Siak tetap aman, damai, serta menjunjung tinggi marwah Melayu.

“Patah tumbuh hilang berganti, takkan Melayu hilang di bumi,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan, Tameng Adat LAMR Kabupaten Siak diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta persatuan masyarakat Melayu di Negeri Istana.

(Red)