Mitraterkini.com, Siak – Berbagai persoalan krusial mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan dalam kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Siak, H. Budi Yuwono, SKM, M.Kes, di dua titik di Kampung Sialang Palas, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Senin (6/4/2026).
Dalam forum tersebut, masyarakat secara langsung menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas yang dinilai belum terealisasi, terutama terkait kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.
Penghulu Kampung Sialang Palas, Suwarso, menegaskan bahwa pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 600 meter di RT 009 menjadi kebutuhan mendesak.
“Setiap tahun kami usulkan, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi. Ini sudah menjadi keluhan utama masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, warga juga kembali mempertanyakan realisasi bantuan ambulans yang sempat dijanjikan pada reses tahun sebelumnya. Keberadaan ambulans dinilai sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat.
Tak hanya infrastruktur dan kesehatan, masyarakat juga menyoroti keterbatasan anggaran dana desa tahun 2026 yang berdampak pada program ketahanan pangan. Warga berharap adanya dukungan berupa bantuan ternak serta program pertanian yang lebih tepat sasaran.
Aspirasi lainnya adalah perbaikan jalan perkebunan sepanjang sekitar 11,7 kilometer yang menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Camat Lubuk Dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, baik terkait pembangunan fisik maupun pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.
Ia juga mengakui kondisi keuangan daerah saat ini mengalami keterbatasan, sehingga berdampak pada tertundanya sejumlah program pembangunan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap optimis dan terus mendukung pemerintah daerah,”ucapnya.
Pengurus Gapoktan Sialang Palas, Ade Artono, menambahkan bahwa upaya perbaikan jalan perkebunan tengah dalam proses melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Jalan yang direncanakan akan dibangun memiliki lebar 5 meter dengan ketebalan base mencapai 40 cm.
“Total anggaran yang diupayakan mencapai sekitar Rp13,7 miliar untuk sepanjang 11,7 kilometer, mulai dari perbatasan Buana Bakti SP2 hingga Sialang Palas. Proses pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 2,5 hingga 3 tahun,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kampung, dan kelompok tani dalam mendukung kelancaran program tersebut.
“Partisipasi masyarakat sangat penting, termasuk melalui iuran yang dikelola pengurus. Kunci keberhasilan program ini adalah persatuan,” tambahnya.
Selain program infrastruktur, Gapoktan juga menyampaikan adanya peluang beasiswa bagi anak-anak yang baru lulus SMA. Program tersebut sepenuhnya dibiayai oleh BPDPKS, mulai dari keberangkatan hingga selesai pendidikan.
“Dalam waktu dekat, persyaratan beasiswa akan disampaikan melalui penghulu. Ini kesempatan besar bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Di sisi lain, persoalan keselamatan lalu lintas turut menjadi perhatian. Warga menyoroti tingginya angka kecelakaan di simpang empat, sehingga diharapkan adanya pemasangan lampu lalu lintas dan rambu-rambu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Budi Yuwono menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan masyarakat agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
“Semua aspirasi akan kami catat dan perjuangkan. Mulai dari jalan, ambulans, hingga akses perkebunan akan kami dorong agar bisa direalisasikan,” tegasnya.
Terkait persoalan simpang empat, ia menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan nasional sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas instansi.
“Kita harus tetap optimis.
Pembangunan akan berjalan bertahap, dan aspirasi masyarakat akan terus kami kawal,” tutupnya.
(Red)