Diduga Dipicu Narkoba, Pemuda di Siak Tega Habisi Nyawa Nenek Kandung

Mitraterkini.com, Siak – Warga Kampung Suka Mulya SP 12, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, digegerkan oleh peristiwa pembunuhan tragis yang dilakukan seorang pemuda terhadap nenek kandungnya sendiri.

Pelaku berusia 21 tahun itu diduga menggorok leher korban hingga meninggal dunia di kediamannya, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh warga sekitar. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Usai melakukan aksi keji tersebut, pelaku sempat melarikan diri. Namun, Tim Satreskrim Polres Siak berhasil meringkusnya pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di wilayah Kecamatan Lubuk Dalam.

Selain melakukan pembunuhan, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban, berupa emas dan uang tunai senilai puluhan juta rupiah. 

Informasi yang beredar menyebutkan, uang hasil kejahatan itu sempat digunakan pelaku untuk berfoya-foya bersama teman-temannya.

Warga menduga tindakan nekat tersebut dipicu oleh ketergantungan pelaku terhadap narkoba serta keinginan mendapatkan uang secara instan.

Diketahui, pelaku belum lama tinggal bersama korban di Kampung Suka Mulya. Sebelumnya, ia tinggal bersama ayahnya di Kecamatan Lubuk Dalam. Namun, pelaku diduga diusir akibat perilaku menyimpang.

Ironisnya, setelah sempat mengalami kecelakaan dan dirawat hingga pulih oleh sang nenek, pelaku justru diduga menghabisi nyawa korban.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Siak, Aipda Dedek Prayoga, membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, pelaku sudah berhasil diamankan. Saat ini yang bersangkutan beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Siak untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi juga memastikan bahwa korban merupakan ibu dari ibu kandung pelaku.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti pembunuhan tersebut dan berencana menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.

Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat dan kembali menyoroti maraknya kekerasan dalam lingkup keluarga yang berujung tragis.

***

(Red)