Mitraterkini.com, Siak – Keluarga Susi Yanti Br Sinaga (23), warga Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, masih menunggu kepastian terkait kabar meninggalnya Susi Yanti di Kamboja pada Ahad (8/3/2026) pagi waktu setempat.
Informasi mengenai kondisi Susi Yanti disampaikan oleh Bram, pria yang disebut sebagai teman dekatnya dan juga yang membawa Susi Yanti ke Kamboja.
Sebelumnya, Bram sempat menghubungi ayah Susi Yanti, Johannes, melalui panggilan video untuk meminta bantuan biaya perawatan saat Susi Yanti dirawat di rumah sakit.
Dalam kondisi panik dan khawatir terhadap keselamatan putrinya, Johannes mengaku sempat didesak untuk segera mengirimkan uang.
Tanpa sempat berkoordinasi dengan pihak lain, ia akhirnya mentransfer uang sekitar Rp130 juta untuk membantu biaya pengobatan.
Kini, setelah kabar meninggalnya Susi Yanti disampaikan, Johannes mengaku bingung dan terpukul. Ia tidak lagi memiliki biaya untuk memulangkan jenazah putrinya ke Indonesia.
“Uang pensiun saya sudah habis. Bahkan perhiasan milik istri saya yang sudah meninggal juga sudah saya jual untuk membantu biaya sebelumnya,” ujar Johannes.
Ia juga mengaku masih mempertanyakan kebenaran kabar tersebut dan berharap ada kejelasan mengenai kondisi putrinya di Kamboja.
Di tengah situasi itu, Camat Lubuk Dalam Agung Afandi bersama Kerani Desa RKB Paiwan, Bhabinkamtibmas E. Lubis, serta RT 04 RK 02 Erma Susanti datang ke rumah keluarga untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus melihat langsung kondisi keluarga.
Agung Afandi mengatakan pihak kecamatan siap membantu dengan membuka penggalangan donasi masyarakat apabila kabar meninggalnya Susi Yanti telah dipastikan.
Ia berencana berkoordinasi dengan tujuh penghulu atau kepala desa di wilayah Kecamatan Lubuk Dalam agar mengajak masyarakat turut membantu meringankan beban keluarga.
“Hanya itu solusi yang bisa kami tawarkan. Anggaran pemerintah saat ini sedang efisiensi dan memang tidak ada peruntukan khusus untuk hal tersebut,” ujar Agung.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pihak rumah sakit di Kamboja disebut meminta biaya sekitar Rp136 juta agar jenazah Susi Yanti dapat dikeluarkan dari rumah sakit. Jumlah tersebut belum termasuk biaya pemulangan jenazah ke Indonesia.
Keluarga berharap ada kepastian mengenai kondisi Susi Yanti sebelum langkah penggalangan donasi dilakukan.
“Saya hanya ingin kejelasan dulu, apakah benar anak saya sudah meninggal atau tidak. Setelah itu barulah kami memikirkan bagaimana cara memulangkan jenazahnya,” kata Johannes.***
Sumber: Riau pos
((Red)