MITRATERKINI.COM, SIAK – Objek wisata sejarah Tangsi Belanda yang berada di Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, ambruk pada Sabtu (31/01/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) menjadi korban luka-luka, bahkan beberapa mengalami luka serius hingga kepala koyak.
Korban diketahui merupakan rombongan siswa SD dari Kecamatan Lubuk Dalam yang sedang melakukan kunjungan wisata edukasi ke lokasi tersebut. Saat kejadian, para siswa berada di area lantai dua bangunan.
Akibat lantai yang ambruk, sejumlah korban mengalami luka mulai dari terkilir, memar, hingga luka robek di bagian kepala.
Para korban langsung dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa korban juga menjalani pemeriksaan rontgen oleh tim medis.
Peristiwa ini langsung menjadi perhatian publik.
Sejumlah pihak mendesak dinas terkait untuk bertanggung jawab serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan, termasuk meninjau ulang penyebab ambruknya lantai Tangsi Belanda yang merupakan bangunan peninggalan Belanda tersebut.
Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan Tangsi Belanda sempat direhabilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Siak pada tahun 2018 lalu.
Pantauan media di lokasi kejadian, terlihat sejumlah bus yang membawa rombongan anak sekolah dari Kecamatan Lubuk Dalam masih berada di sekitar kawasan objek wisata.
Rombongan tersebut datang untuk melihat bangunan bersejarah serta foto-foto peninggalan Belanda yang terdapat di dalam Tangsi.
Salah seorang guru pendamping dari SD di Kecamatan Lubuk Dalam mengaku, kunjungan itu dilakukan untuk memberikan edukasi sejarah kepada para siswa.
“Kami datang untuk melihat peninggalan sejarah. Saya juga ikut jatuh bersama anak-anak murid,” ujarnya.
Guru tersebut menjelaskan, sebelum kejadian, pemandu wisata sempat memberikan penjelasan mengenai foto-foto peninggalan Belanda yang berada tidak jauh dari tangga menuju lantai dua. Anak-anak sempat mencatat materi yang disampaikan.
Namun tak lama kemudian, lantai di sekitar area tersebut tiba-tiba ambruk. Para siswa dan guru terjatuh ke bawah dengan ketinggian sekitar empat meter.
“Saya ikut jatuh ke bawah, termasuk anak-anak dan pemandu,” tambahnya.
Guru tersebut juga mengaku heran karena pemandu yang disebut ikut terjatuh bersama rombongan, setelah kejadian tidak terlihat lagi di lokasi.
“Seharusnya dia juga korban, tapi setelah ambruk saya tidak melihat dia lagi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab ambruknya lantai Tangsi Belanda.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan menyeluruh dan memastikan keamanan bangunan agar kejadian serupa tidak terulang.***
(Red)