Deru Mesin Satukan Warga, Latbar RBT Meriahkan Tahniah Transmigrasi Delima Jaya ke-35

Mitraterkini.com, Kerinci Kanan – Deru mesin motor memecah keheningan di Lapangan Kros Delima Jaya, Penghulu Kampung Delima Jaya, Suwandi, secara resmi membuka Latihan Bareng (Latbar) Rombongan Bebek Traal (RBT) Setkuit Permanent Delima Jaya, dalam rangka Tahniah Transmigrasi Kampung Delima Jaya ke-35 Tahun 2025. di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak. Sabtu (13/12/2025),

Sejak pagi, ratusan warga tumpah ruah memadati area lapangan. Anak-anak hingga orang tua larut dalam suasana penuh kegembiraan. Lapangan kros yang biasanya menjadi arena latihan, hari itu menjelma menjadi ruang kebersamaan – tempat semangat, tawa, dan rasa bangga sebagai warga Delima Jaya menyatu.

Dalam sambutannya, Penghulu Suwandi menyampaikan rasa bangga dan haru melihat antusiasme masyarakat. Menurutnya, peringatan Tahniah Transmigrasi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mengenang perjuangan para pendahulu yang membangun Delima Jaya dengan kerja keras dan pengorbanan.

“Tiga puluh lima tahun lalu, orang tua kita datang ke Delima Jaya dengan harapan besar dan semangat pantang menyerah. Hari ini, kebersamaan seperti inilah bukti bahwa kampung ini terus hidup dan berkembang,” ujar Suwandi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus mengisi peringatan kampung dengan kegiatan positif dan membangun, seraya mengingatkan pentingnya keselamatan dan sportivitas dalam kegiatan otomotif.

“Jaga keselamatan, jaga kebersamaan, dan jaga nama baik Kampung Delima Jaya. Jadikan Latbar ini hiburan rakyat yang membanggakan,” tambahnya.

Antusiasme serupa disampaikan warga yang hadir. Salah seorang pengunjung mengaku kegiatan Latbar RBT memberikan hiburan sekaligus dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kampung jadi ramai dan hidup. Pedagang kecil ikut merasakan manfaatnya, anak-anak muda juga punya wadah yang positif. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.

Latbar RBT Setkuit Permanent bukan sekadar adu ketangkasan di lintasan berlumpur, melainkan simbol persatuan, kebanggaan, dan kecintaan warga terhadap kampungnya. Di usia 35 tahun transmigrasi, Delima Jaya kembali menegaskan jati dirinya sebagai kampung yang tumbuh dari kebersamaan.

Dari lintasan berlumpur Delima Jaya, semangat persatuan kembali bergema. Di usia 35 tahun transmigrasi, warga membuktikan bahwa kampung ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah perjuangan yang terus melaju ke masa depan. 

Reporter : Erik