Berita Terkini Jeritan Masyarakat 3 Desa Dari Ujung Pulau Bengkalis

Mitraterkini.com, Bengkalis- menampilkan berita terkini JERITAN MASYARAKAT 3 DESA DI UJUNG PULAU BENGKALIS” lebih dari jarak 5 kilometer yang di lalui kegiatan hilir mudik lalu lalang masyarakat beraktifitas melalui kendaraan secara rutinitas merasakan jeritan dengan kondisi infrastruktur yang kian lama kian memburuk ujar warga Desa kelemantan juga warga Desa dari tanjung sekodi saat melintasi di sore yang tak tersebut kan inisialnya ini Bengkalis ujarnya pada Selasa 25 November 2025.

Menurut warga masyarakat dari 3 Desa tersebut dari mulai dulu beginilah kondisi jalan di tempat kami beraneka ragam penyampaian dari mulai para calon anggota sebelum terpilih  sampai terpilih begitu juga kepada pemerintah Kabupaten yang setiap kali kerap melalukan kegiatan kunjungan kerja ke Desa – Desa kami telah melalui dan melihat ini faktanya Bengkalis tempat induk pemerintahan bekerja masyarakat menilai  belum ada perubahan.

Dengan kondisi infrastruktur  di lingkungan kami tinggal ini memang sangat memperihatinkan bukan hanya persoalan jalan saja, di tambah lagi listrik dengan seringnya pihak PLN membuat  padam lampu mati ,jalan rusak parah kami sangat  menderita sudah bertahun – tahun lamanya tak kunjung usai kata salah seorang warga desa yang tak ingin namanya di tampilkan.

Menurut harapan warga dari 3 desa di ujung pulau Bengkalis kepada awak media terhadap pemerintah Bengkalis tolong perhatikan kondisi jalan kami. yang sering terendam banjir rusak parah bahkan jika ada orang sakit darurat sekalipun atau orang sedang mau melahirkan di posisi pada malam hari menuju ke RSUD Bengkalis sangat miris sekali dengan kesehatannya”,Karena penghubung jalan dari desa ke desa  yang di lalui itu tidak seindah yang di bayangkan.

Apa lagi diiringi sering nya mati lampu sesuka hati dari PLN saja ini penyakit belum terobati beginilah saran dari desa pedalaman yang di ujung pulau Bengkalis semoga pemerintah kabupaten dapat merealisasikan serta meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi untuk pembangunan jalan’ karena ini akses prioritas penghubung antar pulau sampai ke seberang kabupaten Meranti yang kerap di lalui kendaraan darat.**( Korlip)