Mitraterkini.com, Koto Gasib – Pembangunan turap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Riau di Jalan Lintas Perawang–Buton, tepatnya di Kilometer 53 Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, menuai keluhan warga.
Proyek yang bertujuan memperkuat struktur jalan itu justru menyebabkan banjir di kawasan pemukiman warga dan usaha kolam pancing, akibat tersumbatnya aliran air dari parit yang tidak difungsikan dengan baik selama proses pengerjaan.
Pantauan awak media di lapangan pada Minggu (24/08/2025), air menggenangi rumah warga dan area kolam pancing setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Aliran air yang biasanya lancar dari parit tersumbat oleh material proyek turap yang belum selesai dikerjakan.
“Padahal sebelum ada proyek ini, rumah kami tidak pernah kebanjiran,” ujar Pak No (46), salah satu warga Kampung Keranji Guguh kepada wartawan. “Sekarang setiap hujan deras, air langsung meluap ke rumah kami dan kolam pancing warga. Saluran air tersumbat karena tidak ada drainase sementara yang dibuat oleh kontraktor.”
Warga berharap proyek turap dapat segera diselesaikan dan pihak kontraktor bisa bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan selama proses pembangunan. Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan apakah dalam kontrak kerja proyek tersebut tidak dicantumkan pembangunan drainase.
“Anggaran proyek ini kabarnya miliaran rupiah, tapi di sepanjang jalan lintas ini kami tidak melihat adanya pembuatan saluran drainase. Apa tidak ada perencanaan terkait aliran air? Kalau begini terus, aktivitas kami terganggu dan rumah jadi langganan banjir,” tambahnya.
Warga Kampung Keranji Guguh mendesak pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Riau serta kontraktor pelaksana proyek untuk segera turun tangan mengatasi masalah ini. Mereka meminta agar ada penanganan cepat dan tanggung jawab nyata dari pihak terkait agar tidak merugikan masyarakat.
(Red)