Hadapi Karhutla di Lahan Gambut, PT WSSI Bergerak Cepat Kerahkan Puluhan Personel

MITRATERKINI.COM, SIAK — PT Wana Subur Sawit Indah (PT WSSI) bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan perbatasan areal perusahaan dengan lahan masyarakat di Kabupaten Siak.

Dalam upaya mempercepat penanganan, PT WSSI mengerahkan 40 personel, tujuh unit mesin pemadam kebakaran (Damkar), serta empat unit alat berat jenis excavator. Pengerahan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Penanganan Karhutla dilakukan secara intensif mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan bergambut. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan khusus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Excavator dikerahkan untuk membuat embung yang berfungsi sebagai sumber sekaligus tempat penampungan air sementara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan air selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung.

Selain itu, alat berat digunakan untuk membantu membuka dan memeriksa lapisan gambut di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara api yang masih bertahan di bawah permukaan.

Kondisi angin yang cukup kencang sempat menyebabkan api berkembang dengan cepat. Namun, melalui pengerahan personel, sarana pemadaman dan koordinasi dengan berbagai pihak, api berhasil dikendalikan.

Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, tim melanjutkan proses pendinginan serta pemantauan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

Manager PT Wana Subur Sawit Indah, Heru Prasetio, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan sekaligus mendukung pemerintah, aparat dan masyarakat dalam penanggulangan Karhutla.

“Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran, kami segera mengerahkan personel serta sarana sesuai kebutuhan di lapangan. Dalam penanganan kali ini, 40 personel, tujuh unit mesin Damkar dan empat unit alat berat jenis excavator kami kerahkan,” ujar Heru.

Menurut Heru, penanganan di lahan gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara api di bawah permukaan benar-benar padam.

“Karena lokasi merupakan areal gambut, excavator juga digunakan untuk membuat embung guna menjaga suplai air serta membantu memeriksa lapisan gambut untuk memastikan tidak terdapat bara api di bawah permukaan.

Pemadaman di lahan gambut tidak cukup hanya memastikan api di permukaan padam, tetapi pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh agar api tidak kembali muncul,” jelasnya.

Penanganan Karhutla dilakukan melalui koordinasi PT WSSI bersama Pemerintah Kabupaten Siak, aparat terkait dan masyarakat setempat, mulai dari proses pemadaman hingga pendinginan.

Sebagai langkah pencegahan, PT WSSI juga rutin melaksanakan patroli Karhutla, khususnya di wilayah rawan serta kawasan yang berbatasan langsung dengan lahan masyarakat. Patroli tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini untuk mengantisipasi munculnya titik api.

PT WSSI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan patroli, kesiapan personel dan sarana pemadaman, ketersediaan sumber air, serta sinergi bersama pemerintah, aparat dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.***

(Red)