Mitraterkini.com, Pekanbaru – Persaingan masuk SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 terjadi paling ketat di Kota Pekanbaru dan Dumai.
Jumlah peminat di dua daerah tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan daya tampung yang tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan sesuai Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.131/II/2026 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru SMA dan SMK Negeri Tahun Pelajaran 2026/2027.
Berdasarkan data hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 82.550 akun calon murid telah aktif dalam sistem. Dari jumlah itu, 79.350 calon murid melakukan pendaftaran melalui pilihan pertama, 22.683 calon murid menggunakan pilihan kedua, dan 7.055 calon murid memilih sekolah pada pilihan ketiga.
Dinas Pendidikan Riau mencatat total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri tahun ini mencapai 101.455 kursi. Jumlah tersebut masih lebih besar dibandingkan jumlah pendaftar yang masuk dalam sistem.
Jika digabungkan dengan daya tampung sekolah swasta yang mencapai 31.428 kursi, total kapasitas penerimaan murid baru di Provinsi Riau mencapai 132.883 kursi.
“Dengan kondisi ini, peluang calon murid untuk mendapatkan layanan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Riau masih terbuka,” ujar Erisman.
Namun, sebaran pendaftar masih belum merata. Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan tingkat persaingan tertinggi. Dari kuota tersedia sebanyak 11.611 kursi, jumlah calon murid yang melakukan pemilihan sekolah mencapai 13.340 orang.
Persaingan tinggi juga terjadi di Kota Dumai. Dari kuota 4.037 kursi, tercatat sebanyak 4.569 calon murid mendaftar melalui sistem SPMB.
Berbeda dengan dua daerah tersebut, sejumlah kabupaten masih memiliki daya tampung yang cukup besar dibandingkan jumlah peminat.
Kabupaten Kampar menyediakan 13.170 kursi dengan jumlah pendaftar 9.642 orang. Kabupaten Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan 8.675 pendaftar, sedangkan Kabupaten Rokan Hulu menyediakan 10.337 kursi dengan 6.687 pendaftar.
Erisman menjelaskan, tingginya konsentrasi calon murid pada sekolah favorit menyebabkan distribusi pendaftar belum merata. Kondisi ini memungkinkan masih terdapat sekolah negeri yang belum memenuhi seluruh kuota penerimaan.
Selanjutnya, hasil seleksi SMA dan SMK Negeri akan diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB melalui portal resmi SPMB Provinsi Riau.
Bagi calon murid yang belum diterima di sekolah negeri, pemerintah menyediakan jalur alternatif melalui SMA dan SMK swasta dalam Program Afirmasi Swasta dengan pembiayaan pendidikan gratis. Pendaftaran jalur tersebut berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026.
Selain itu, pada 21 Juni 2026 sistem SPMB akan melakukan rekonsiliasi atau penyesuaian kuota terhadap jalur yang belum terpenuhi. Sisa kursi akan dioptimalkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinas Pendidikan Riau mengimbau calon murid dan orang tua terus memantau informasi resmi terkait SPMB melalui kanal resmi Dinas Pendidikan Provinsi Riau.***
(JM)