Mitraterkini.com, Koto Gasib — Wali murid mengeluhkan kekosongan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 11 Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau. Kekosongan tenaga pendidik tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Kamis (14/05/2026).
Wali Murid SDN 11 Keranji Guguh yang enggan disebutkan namanya mengatakan, akibat belum adanya guru agama Islam definitif, proses pembelajaran mata pelajaran agama untuk sementara ditangani oleh guru kelas masing-masing.
Namun, kondisi tersebut dinilai belum maksimal karena sebagian guru kelas tidak memiliki kompetensi pendidikan agama yang memadai untuk mengajar secara khusus,”ucapnya kepada wartawan.
Kepala SD Negeri 11 Keranji Guguh, Ruslan S.Pd, saat ditemui wartawan mengatakan pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan bantuan guru Pendidikan Agama Islam kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Siak melalui bidang Sekolah Dasar.
“Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia.Karena itu, tenaga pendidik yang memadai sangat dibutuhkan, terutama di bidang keagamaan untuk membentuk karakter anak,” ujar Kepala SD Negeri 11 Keranji Guguh.
Dalam proposal yang diajukan, sekolah menyampaikan sejumlah tujuan permohonan bantuan guru agama Islam, di antaranya meningkatkan pengetahuan Agama Islam kepada siswa, untuk memperbaiki layanan pendidikan agama, memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran, serta meningkatkan semangat dan prestasi belajar siswa.
Selain itu, pendidikan agama juga dinilai penting sebagai pembinaan moral dan akhlak peserta didik agar mampu membedakan perbuatan baik dan buruk serta menjadi benteng dari perilaku negatif.
Ketua Komite Sekolah, Marwizal, mengatakan pihaknya bersama Kepala Sekolah juga telah mendatangi Komisi II DPRD Siak yang membidangi pendidikan guna menyampaikan persoalan kekurangan guru agama tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Siak segera menempatkan guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 11 Keranji Guguh agar proses belajar mengajar dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Koto Gasib, Sutikno S.Pd, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan adanya kekosongan guru PAI di sekolah tersebut.
“Ya, benar. Sampai saat ini kekosongan guru PAI sudah disampaikan kepada Bupati dan saat ini masih dalam upaya pencarian tenaga guru tersebut melalui Dinas Pendidikan,” katanya.
Pihak sekolah dan wali murid berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian agar kebutuhan pendidikan agama bagi siswa dapat terpenuhi dengan baik.
(Red)