Mitraterkini.com, Siak – Proyek pembukaan badan jalan menuju kawasan pergudangan PT Conch di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, menuai perhatian publik.
Pasalnya, material yang digunakan sebagai lapisan jalan diduga berasal dari limbah semen padat yang berpotensi berdampak pada lingkungan.
Pantauan di lokasi, Minggu (29/3/2026), pekerjaan pembukaan jalan menggunakan alat berat excavator terlihat memanfaatkan tumpukan limbah semen yang telah mengeras sebagai material timbunan. Di sejumlah titik, limbah tersebut tampak telah diratakan di permukaan jalan.
Pengawas lapangan (safety K3), Mila, yang didampingi Isa, mengaku tidak mengetahui secara detail terkait material yang digunakan. Ia menyebut pekerjaan di lokasi melibatkan banyak subkontraktor.
“Kami hanya bekerja, bang. Di sini banyak subkontraktornya, kami dari Chinalco,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa panjang jalan yang telah dikerjakan diperkirakan sudah mencapai lebih dari dua kilometer, meski tidak mengetahui secara pasti spesifikasi pekerjaan tersebut.
Sementara itu, seorang warga yang memiliki kebun kelapa sawit di sepanjang jalur tersebut mengaku khawatir terhadap dampak limbah semen terhadap tanamannya.
“Kami khawatir sawit-sawit ini ke depan bisa menguning bahkan mati,” ungkapnya, seraya meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak melalui Kepala Bidang Penaatan, Penataan, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Yadi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.
“Baik, nanti kami tindaklanjuti,” ujarnya singkat.
Berdasarkan keterangan DLH Kabupaten Siak, limbah semen memiliki potensi dampak terhadap lingkungan. Selain dapat menghasilkan panas, limbah ini juga berpotensi mengandung debu partikulat, emisi gas seperti karbon dioksida (CO₂) dan sulfur trioksida (SO₃), serta limbah B3 berupa sisa lumpur produksi.
Jika tidak dikelola sesuai ketentuan, limbah tersebut dapat mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan pernapasan, serta memengaruhi tingkat keasaman (pH) tanah dan air di sekitarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan terkait penggunaan limbah semen, keberadaan kayu cerucuk dalam jumlah besar, serta dugaan penggunaan bahan bakar non-industri dalam proyek tersebut.
(tim)
Reporter: Eman