MITRATERKINI.COM, ROHIL – Pasar Pelita yang berada di Jalan Perniagaan, Kelurahan Bagan Kota, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menyimpan sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan dan penggerak ekonomi masyarakat di kawasan pesisir Sumatera.
Namun, kejayaan pasar yang dahulu ramai dengan aktivitas jual beli itu kini seolah tinggal kenangan. Kondisi bangunan yang memprihatinkan dan minimnya perawatan menjadi sorotan, sementara masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan.
Berdasarkan catatan sejarah yang disampaikan, keberadaan Pasar Pelita telah terdeteksi sejak sekitar 1775, ketika kawasan tersebut masih berada di pinggir laut. Pasar ini berkembang sebagai pusat niaga seiring dengan penetapan Tengku Ngah sebagai penguasa Bagansiapiapi oleh Sultan Siak.
Seiring berjalannya waktu, Pasar Pelita mengalami sejumlah perubahan.
Memasuki 1980, wajah pasar mulai dimodernisasi melalui program Instruksi Presiden (Inpres) dengan dukungan dana Bantuan Presiden (Banpres). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi fisik pasar agar lebih tertata.
Perkembangan berlanjut pada 1999, ketika Rokan Hilir resmi menjadi kabupaten definitif. Pada masa awal pembentukan kabupaten tersebut, H. Wantambren Hasyim menjabat sebagai pejabat sementara (Pjs) kepala daerah. Pembangunan berbagai sektor mulai digencarkan, termasuk penataan Pasar Pelita.
Pasar tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dan memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat Bagansiapiapi dan sekitarnya.
Pernah Berjaya dengan Gedung Bertingkat
Upaya pembenahan kembali dilakukan pada 2010, pada masa kepemimpinan Bupati Rokan Hilir H. Annas Maamun. Pasar Pelita mengalami pemugaran besar-besaran hingga tampil sebagai bangunan bertingkat dengan fasilitas yang lebih modern, termasuk eskalator.
Perubahan itu menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Pasar Pelita. Bangunan yang dirancang untuk menampung aktivitas perdagangan tersebut sempat menjadi simbol perkembangan fasilitas pasar tradisional di Bagansiapiapi.
Sayangnya, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Bangunan yang dahulu menjadi pusat keramaian kini terlihat sepi dan tidak lagi berfungsi optimal. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan aset daerah serta keberlanjutan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
Pergantian kepemimpinan di Kabupaten Rokan Hilir belum membawa perubahan yang terlihat signifikan terhadap kondisi Pasar Pelita. Masyarakat berharap pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam dapat memberikan perhatian serius terhadap bangunan yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi tersebut.
Revitalisasi Pasar Pelita dinilai penting, bukan hanya untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan dan memberikan ruang usaha yang layak bagi para pedagang.
Jika dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, Pasar Pelita berpotensi kembali menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus mempertahankan jejak sejarah perdagangan Bagansiapiapi.
Karena itu, masyarakat berharap Pemkab Rokan Hilir melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan, menyusun rencana pembenahan yang terukur, serta memberikan kejelasan mengenai langkah dan jadwal revitalisasi pasar tersebut.
Pasar Pelita bukan sekadar bangunan lama. Di balik kondisinya saat ini, tersimpan sejarah panjang perjalanan perdagangan dan kehidupan ekonomi masyarakat Bagansiapiapi yang patut dijaga.
Penulis: Edisupriadi
Editor: Redaksi