MITRATERKINI.COM ROKAN HILIR – Kondisi jalan lintas di Kepenghuluan Darussalam, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan menyulitkan anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah.
Jalan yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi warga itu sebagian masih berupa tanah merah. Saat hujan turun, sejumlah titik berubah menjadi kubangan air dan lumpur sehingga sulit dilalui kendaraan.
Kondisi jalan yang licin membuat kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati. Bahkan, tidak sedikit kendaraan yang mengalami kesulitan saat melintasi ruas jalan tersebut.
Warga Sinaboi, Mugiyono, mengatakan kerusakan jalan sangat dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
“Kalau musim kering masih bisa dilalui untuk aktivitas sehari-hari. Tapi kalau sudah musim hujan, jangankan mobil, sepeda motor saja susah sekali lewat,” ungkap Mugiyono.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan, terutama pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Masyarakat juga meminta instansi terkait melakukan pengerasan agar akses tersebut tetap dapat digunakan saat musim hujan.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Sinaboi Andri Munawar, S.STP., M.Si., mengatakan pihaknya telah mengetahui persoalan jalan tersebut. Namun, berdasarkan statusnya, jalur utama tersebut merupakan jalan provinsi.
“Jalur utama tersebut secara regulasi berstatus Jalan Provinsi, sehingga kewenangan pemeliharaan berkala dan perbaikan berskala besar berada di bawah Pemerintah Provinsi Riau,” ujar Andri saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2026).
Meski demikian, pihak kecamatan bersama masyarakat telah melakukan upaya penanganan sementara sejak sekitar dua bulan terakhir melalui musyawarah bersama.
Hasil musyawarah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan gotong royong memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah.
“Dari hasil musyawarah, perbaikan titik kerusakan terparah dilakukan secara gotong royong. Warga juga sepakat mendirikan portal untuk mengumpulkan sumbangan sukarela dari armada angkutan kelapa sawit yang melintas. Seluruh dana dialokasikan khusus untuk pemeliharaan jalan,” jelasnya.
Andri menambahkan, sebagian ruas jalan memang sudah dilakukan pengerasan. Namun, masih terdapat bagian jalan yang berupa tanah merah dan sangat rentan rusak ketika diguyur hujan.
Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir maupun Pemerintah Provinsi Riau.
Perbaikan jalan dinilai mendesak karena selain menjadi akses utama aktivitas warga, kondisi jalan juga berkaitan dengan kelancaran anak-anak dalam menempuh perjalanan menuju dan dari sekolah.
Penulis: Edisupriadi
Editor: Paijo