Apel Siaga Karhutla di Pulau Burung, Kapolsek Tekankan Sinergi Cegah Kebakaran Saat Ancaman El Nino

Mitraterkini.com, INHIL – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. 

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan apel bersama stakeholder dan tim pemadam kebakaran (Damkar) PT RSUP Pulau Burung dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana karhutla, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB di KM 09 PT RSUP Perkebunan Desa Pulau Burung tersebut dipimpin oleh Kapolsek Pulau Burung AKP Dr. Irwanto, S.H., dan dihadiri unsur Forkopimcam, manajemen perusahaan, personel keamanan, Brimob pengamanan perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta personel gabungan lainnya dengan jumlah peserta sekitar 150 orang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Kecamatan Pulau Burung, Koramil 11 Pulau Burung, jajaran manajemen PT RSUP, personel Polsek Pulau Burung, Brimob PAM PT RSUP, hingga MPA Desa Pulau Burung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan, penghormatan pasukan, amanat pimpinan apel, doa bersama, hingga dilanjutkan pemeriksaan serta simulasi penggunaan perlengkapan penanggulangan karhutla. 

Peserta juga mendapatkan pengenalan alat pemadam, simulasi pemadaman api, hingga penggunaan aplikasi deteksi kebakaran atau pemantauan lapangan.

Dalam amanatnya, Kapolsek Pulau Burung AKP Dr. Irwanto, S.H., menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian serius pemerintah dan pimpinan daerah, sehingga seluruh unsur harus bergerak bersama melakukan pencegahan.

Kapolsek menyampaikan bahwa TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api harus bersinergi mengantisipasi potensi kebakaran di wilayah Pulau Burung.

“Penanganan karhutla merupakan atensi pimpinan. Karena itu diperlukan kerja sama seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan sejak dini agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi di wilayah Kecamatan Pulau Burung,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian selama ini terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli karhutla, sosialisasi, penyebaran maklumat larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta edukasi kepada masyarakat.

Kapolsek juga mengimbau para kepala desa dan aparatur pemerintahan desa se-Kecamatan Pulau Burung untuk menjadi perpanjangan tangan TNI-Polri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Ia turut mengingatkan bahwa kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Fenomena El Nino yang berdampak pada musim kemarau lebih panjang dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan, kekurangan air bersih, hingga gangguan kesehatan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.

Sebagai bentuk kesiapan, dilakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla milik PT RSUP Pulau Burung. Peralatan yang diperiksa meliputi tujuh unit mesin damkar Tohatsu VS 82, dua unit mesin damkar jinjing mini tracker Honda GXH50, ratusan roll selang pemadam berbagai ukuran, baju damkar, helm, nozel, hingga motor winch.

Kegiatan apel siaga karhutla dan pengecekan perlengkapan berakhir sekitar pukul 13.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

(Red)