Polres Siak dan PT RAPP Siapkan Penanaman Jagung 40 Hektare untuk Dukung Ketahanan Pangan

Mitraterkini.com, sungai Mandau — Upaya mendukung program ketahanan pangan terus digencarkan di Kabupaten Siak. Polres Siak bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Kelompok Tani Mungkal Subur menggelar rapat koordinasi terkait rencana penanaman jagung pola tumpang sari di areal HTI PT RAPP Estate Mandau seluas ±40 hektare, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan rapat berlangsung di wilayah Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Lahan yang akan digunakan berada di Kompartemen I 56 HTI PT RAPP Estate Mandau.

Rapat dihadiri Kabag Sumda Polres Siak KOMPOL Soehermansah, SH mewakili Kapolres Siak, Kapolsek Sungai Mandau IPDA J.B. Panjaitan, SH, Penghulu Kampung Lubuk Jering Thamrin, Manager WLS PT RAPP Elvianto, Manager Community Development PT RAPP Sundari Berlian, Korluh PPL Pertanian Kecamatan Sungai Mandau Yetno, Ketua Kelompok Tani Mungkal Subur Maniso, Bhabinkamtibmas BRIPKA Bambang S, anggota PPL pertanian, serta anggota kelompok tani.

Dalam arahannya, Kabag Sumda Polres Siak KOMPOL Soehermansah menegaskan bahwa program penanaman jagung tersebut merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang melibatkan PT RAPP dan kelompok tani setempat.

“Program ini jangan hanya menjadi seremonial, tetapi harus berhasil dan mampu menjadi contoh serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Polres Siak melalui Polsek Sungai Mandau akan melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut. Selain itu, PT RAPP diminta membuat nota kesepahaman atau MoU terkait pembagian peran masing-masing pihak agar program berjalan maksimal.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mungkal Subur, Maniso, mengungkapkan bahwa petani masih menghadapi kendala modal kerja untuk pengolahan lahan. 

Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan 10 orang petani yang siap berkomitmen menjalankan program penanaman jagung tersebut.

Manager Community Development PT RAPP, Sundari Berlian, mengatakan program pemberdayaan penanaman jagung ini merupakan program keempat yang dijalankan perusahaan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak, khususnya dalam pendampingan petani di lapangan.

“PT RAPP akan menyiapkan sarana dan prasarana seperti bibit, pupuk, pestisida, alat semprot, mesin air, embung, hingga mobil tangki air. Sedangkan kelompok tani diharapkan fokus pada pengerjaan lahan,” jelasnya.

Selain itu, PT RAPP juga akan melakukan pengujian sampel tanah sebelum proses penanaman dimulai serta membangun embung air untuk mendukung kebutuhan penyiraman selama musim kemarau.

Penghulu Kampung Lubuk Jering, Thamrin, menyambut baik program tersebut dan menilai kegiatan itu sangat membantu masyarakat petani.

“Program ini sangat baik karena seluruh kebutuhan utama petani telah dipersiapkan. Petani tinggal fokus mengelola lahan,” katanya.

Di sisi lain, Manager WLS PT RAPP Elvianto meminta dukungan Polsek Sungai Mandau untuk melakukan patroli dan pengamanan di lokasi penanaman jagung, mengingat area tersebut rawan gangguan hama binatang seperti monyet dan gajah.

Rencananya, penanaman jagung akan dimulai pada minggu ketiga setelah seluruh sarana produksi tersedia dan petani menyatakan kesiapan penuh.

Program ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Sungai Mandau.

(Red)