Pengusaha Madas Nusantara Ajukan Penawaran Rp1,3 Miliar Pembongkaran Monorel ke Gubernur DKI Jakarta

Mitraterkini.com, Jakarta — Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara mengajukan penawaran resmi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak di sejumlah ruas jalan Ibu Kota dengan nilai penawaran sebesar Rp1,3 miliar.

Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan bahwa dalam penawaran tersebut seluruh biaya pembongkaran, mulai dari mobilisasi, penggunaan alat berat hingga tenaga kerja, sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan pelaksana.

“Jika disebut ada biaya pembongkaran Rp100 miliar, Madas Nusantara tidak mengetahui hal tersebut. Kami justru ingin membantu Gubernur DKI Jakarta membongkar monorel, dan besi-besi hasil pembongkaran itu kami beli,” ujar Jusuf Rizal kepada wartawan di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal yang juga menjabat sebagai Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), menanggapi perbincangan di grup WhatsApp sejumlah aktivis DKI Jakarta terkait rencana pembongkaran monorel yang disebut menelan anggaran hingga Rp100 miliar.

Besarnya anggaran tersebut menuai beragam tanggapan publik karena dinilai fantastis. 

Menurutnya, dana sebesar itu seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Bahkan, muncul dugaan potensi abuse of power apabila tidak dilakukan secara transparan.

Jusuf Rizal menjelaskan, anggota pengusaha Madas Nusantara telah mengirimkan surat penawaran resmi kepada Gubernur DKI Jakarta pada 29 Desember 2025 atas nama PT Hidup Bahagia Abadi, dengan surat pengantar dari Madas Nusantara.

Dalam surat penawaran tersebut, perusahaan menyatakan siap menanggung seluruh biaya pembongkaran tanpa menggunakan dana APBD. 

Sementara itu, besi bekas hasil pembongkaran monorel dihargai sebesar Rp1.300.000.000 yang akan menjadi pendapatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami tidak tahu ada anggaran Rp100 miliar. Kami berusaha secara profesional untuk menghidupi organisasi. Madas Nusantara bukan organisasi preman. 

Untuk penjelasan teknis, sebaiknya ditanyakan langsung kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta,” tegas Jusuf Rizal yang dikenal sebagai aktivis antikorupsi.

Diketahui, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung pasangan Pramono Anung–Rano Karno pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Namun hingga saat ini, Madas Nusantara disebut belum mendapatkan ruang atau peran di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berbeda dengan sejumlah kelompok pendukung lainnya.

Jusuf Rizal juga mengungkapkan bahwa dirinya kini menekuni usaha rongsokan, besi tua, serta pembongkaran bangunan untuk menopang program-program sosial organisasi, seperti Program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an dan pengembangan cabang organisasi di luar negeri.

Ia menepis anggapan bahwa Madas Nusantara terlibat dalam skenario besar proyek pembongkaran monorel yang disebut-sebut bernilai Rp100 miliar.

“Jika ada kecurigaan, silakan diawasi dan diaudit agar transparan. Harus dibuka secara jelas apakah ada komponen lain di luar pembongkaran yang membuat anggaran membengkak,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan hingga kawasan Asia Afrika sepanjang sekitar 3,5 kilometer, dikabarkan akan menelan anggaran hingga Rp100 miliar dan direncanakan ditangani oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.***

(Tim)