Mitraterkini.com, Bengkalis — Kekacauan antrean di Pelabuhan Roro Pakning–Sungai Selari, Kabupaten Bengkalis, kembali memicu aksi protes penumpang, Minggu malam (14/12/2025).
Antrean panjang yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari berubah menjadi keributan, menyusul dugaan adanya praktik manipulasi antrean oleh sejumlah kendaraan roda dua.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pengendara roda dua dengan mudah masuk ke dalam kapal feri dengan alasan hanya mengantar penumpang. Namun, kendaraan tersebut tidak pernah kembali keluar dari kapal sebagaimana yang disampaikan kepada petugas.
Modus ini diduga terjadi berulang kali. Akibatnya, kapasitas kapal tersita oleh kendaraan yang seharusnya tidak masuk dalam daftar antrean penyeberangan, sementara penumpang lain yang telah menunggu berjam-jam justru tertahan di pelabuhan.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan dan kemarahan penumpang. Sejumlah penumpang mengaku telah antre sejak pagi hari, namun hingga malam belum juga mendapatkan giliran menyeberang.
“Kami antre dari pagi. Tapi motor-motor yang mengaku hanya mengantar justru bisa langsung masuk dan tidak keluar lagi. Ini jelas permainan dan merugikan kami,” ungkap salah seorang penumpang dengan nada kesal.
Situasi semakin memanas ketika penumpang mempertanyakan lemahnya pengawasan petugas. Dinas Perhubungan (Dishub) yang berada di lokasi terlihat kewalahan dan belum mampu menghentikan praktik tersebut secara tegas.
Para penumpang menilai tidak adanya pemeriksaan ketat dan pendataan yang jelas terhadap kendaraan pengantar menjadi celah terjadinya penyalahgunaan. Mereka mendesak Dishub untuk bertindak tegas, termasuk melakukan pemeriksaan identitas kendaraan serta memastikan kendaraan pengantar benar-benar keluar dari area kapal.
“Kalau dibiarkan, ini sama saja pembiaran. Antrian jadi tidak adil dan makin kacau,” kata penumpang lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dishub terkait dugaan manipulasi antrean tersebut.
Penumpang berharap aparat terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem antrean dan pengawasan di Pelabuhan Roro Pakning–Sungai Selari, guna mencegah praktik serupa kembali terulang.***
(NH)