Pengabdian Kepada Masyarakat Tim Politeknik Negeri Sriwijaya PSDKU Siak

Mitraterkini.com, Siak – Tim Dosen dari Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Siak menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mandiri tahun 2025.

Bertajuk pemberdayaan kelompok arisian dalam pengelolaan keuangan dan pengenalan produk ramah lingkungsn, kegiatan ini menyasar langsung kelompok arisan keluarga di Kecamatan Marpoyan, Pekanbaru, Riau, sebagai upaya praktis meningkatkan literasi dan manajemen keuangan di tingkat rumah tangga.

Kegiatan PKM ini digawangi oleh empat dosen Polsri PSDKU Siak, yaitu Safrizal, S.E., M.Ak.; Heni Sugesti, S.T., M.T.; Novira Fazri Nanda, S.E., M.Ak., AK., CA.; dan Yogi Chandra, S.Pd., M.Pd, Meilinda Anggreni, S.Tr., M.Tr. E. Kelimanya berkolaborasi merancang materi yang mudah dicerna dan relevan dengan dinamika keuangan keluarga sehari-hari.

“Pemilihan kelompok arisan keluarga sebagai mitra didasarkan pada peran sentral ibu rumah tangga dalam mengatur pos-pos pengeluaran serta potensi penyebaran informasi yang efektif dalam forum sosial tersebut.

Ketua Tim Pengabdian Safrizal, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dasar mengenai perencanaan anggaran, pengelolaan uang, hingga pentingnya investasi sederhana.

“Kami melihat arisan bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tapi juga sebagai sebuah entitas ekonomi mikro yang perlu dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan yang baik.

Dengan manajemen yang tepat, dana yang dikumpulkan bisa memberikan manfaat maksimal, bahkan bisa dialokasikan untuk tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak atau modal usaha bahkan koperasi,” ujar Safrizal.

Peserta PKM terlihat antusias mengikuti sesi diskusi yang diberikan terkait penyusunan anggaran bulanan yang realistis, strategi menabung yang efektif meskipun dengan penghasilan pas-pasan, serta tips menghindari jebakan utang konsumtif.

Tim dosen juga memperkenalkan beberapa sarana yang dapat menambahkan nilai ekonomi seperti pengelolaan sabun cair ramah lingkungan rumah tangga dan peluang tersebut dapat dikelola oleh kelompok arisan keluarga.

Heni Sugesti, salah satu anggota tim, menambahkan bahwa pelatihan ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka antar anggota keluarga terkait masalah finansial.

“Keuangan keluarga adalah tanggung jawab bersama. Dengan transparansi dan tujuan keuangan yang disepakati, insyaallah potensi konflik akibat masalah uang bisa diminimalisir, dan kesejahteraan keluarga akan lebih terjamin,” jelasnya.

Diharapkan, setelah mengikuti PKM ini, peserta kelompok arisan keluarga di Pekanbaru mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadi peningkatan kualitas pengelolaan keuangan yang berujung pada stabilitas dan kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Polsri PSDKU Siak dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Penulis. Safrizal, Heni Sugesti, Novira Fazri Nanda, Yogi Chandra, Meilinda Anggreni.

(Red)