Sinergi Polri dan PT. RAPP, Bhabinkamtibmas Lubuk Jering Monitoring Jagung Pipil 40 Hektare di Estate Mandau

Mitraterkini.com, SUNGAI MANDAU – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui sinergi antara kepolisian dan sektor swasta. Bhabinkamtibmas Kampung Lubuk Jering, Bripka Bambang Setiawan, bersama tim produksi PT. RAPP melaksanakan pengecekan dan monitoring perkembangan tanaman jagung pipil di areal PT. RAPP Estate Mandau, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak.

Monitoring dilakukan di lahan ketahanan pangan seluas 40 hektare yang dikelola sebagai bagian dari pemanfaatan lahan produktif perusahaan guna mendukung ketersediaan pangan daerah maupun nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Bambang Setiawan bersama tim produksi turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi pertumbuhan tanaman jagung pada fase awal pasca tanam berjalan optimal. Pengecekan difokuskan pada tingkat pertumbuhan tunas, kondisi lahan, serta antisipasi kendala teknis yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman.

“Dengan luas lahan mencapai 40 hektare, potensi hasil panen ke depan tentu cukup besar. Karena itu, sejak fase awal pertumbuhan seperti ini kami bersama tim produksi PT. RAPP terus memastikan bibit jagung pipil tumbuh baik, terawat, seragam, dan minim gangguan,” ujar Bripka Bambang Setiawan di sela kegiatan.

Ia menegaskan, monitoring berkala sangat penting dilakukan guna memastikan pola pemupukan, sistem drainase, hingga pengawasan terhadap potensi gangguan tanaman dapat ditangani lebih dini.

Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergitas antara Polri dan perusahaan swasta dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, serta berdampak bagi masyarakat sekitar.

Di tempat terpisah, Kapolsek Sungai Mandau, IPDA J.B. Panjaitan, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama pihak PT. RAPP Estate Mandau. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program pemerintah di bidang swasembada pangan.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berjalan dan menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bripka Bambang Setiawan juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pekerja lapangan. Ia mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga keamanan lingkungan kerja serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sekitar kawasan estate.

Dengan pengawasan intensif dan kolaborasi berkelanjutan, program penanaman jagung pipil di lahan 40 hektare tersebut diharapkan mampu memberikan hasil optimal serta menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Siak.

(Red)