Tanpa Sertifikat Higiene, Dapur MBG Jaya Utama di Siak Terpaksa Tutup

Mitraterkini.com, Siak — Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaya Utama di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, dihentikan sementara setelah diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

Dapur MBG tersebut disebut telah beroperasi selama kurang lebih tiga bulan tanpa izin kesehatan yang menjadi syarat kelayakan sanitasi dalam penyelenggaraan layanan makanan.

Selain persoalan administrasi, operasional dapur juga sempat diwarnai insiden kebocoran gas saat proses memasak berlangsung.

Kebocoran pada selang kompor memicu munculnya api di area dapur sehingga pengelola terpaksa menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api.

Dalam insiden itu, serbuk dari APAR dilaporkan mengenai makanan yang telah dimasak. Demi menjaga keamanan konsumsi, seluruh makanan yang seharusnya didistribusikan kepada penerima manfaat MBG pada hari tersebut akhirnya dibatalkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Muhammad Syaripuddin, membenarkan bahwa dapur MBG Jaya Utama belum memiliki izin kesehatan berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Izin kesehatan berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) belum keluar,” ujarnya.

Belum terbitnya sertifikat tersebut menimbulkan sorotan terhadap standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan dapur dalam menjalankan program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Penghentian operasional dapur MBG Jaya Utama dilakukan sementara waktu hingga seluruh persyaratan administrasi, standar kesehatan, dan kelayakan sanitasi dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber Riau online.com

(Tim)