Mitraterkini.com, Koto Gasib – Koperasi Produsen Syariah Tunas Karya Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Kampung Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Satukan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan” ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pengurus sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
RAT tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Siak, Nurma; Manajer Plasma Kebun Sei Buatan, P. Fazrin; Camat Koto Gasib yang diwakili Kasi Kesos Nita Andriana; Ketua Koperasi Tunas Karya Sejahtera, Sutrisno; Penghulu Kampung Tasik Seminai, Hadi Suprapto; Badan Pengawas Koperasi, Syahril, Babinkamtibmas Ketua Bapekam Tasik Seminai, Oktavianto; serta sekitar 200 petani anggota koperasi.
Ketua Koperasi, Sutrisno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota yang dinilai menunjukkan komitmen terhadap kemajuan koperasi.
“RAT ini merupakan kewajiban pengurus untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama satu tahun. Kami menyadari masih terdapat kekurangan, dan untuk itu kami mohon maaf kepada seluruh anggota,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penyelesaian legalitas lahan anggota, seiring kebijakan pemerintah yang mulai menerapkan sistem sertifikat tanah elektronik.
Seluruh anggota diharapkan segera melengkapi dokumen, termasuk foto lahan serta penetapan batas kebun, guna menghindari potensi sengketa di kemudian hari.
“Ke depan, tidak boleh lagi ada batas lahan yang tidak jelas. Semua harus ditetapkan secara pasti agar tidak menimbulkan konflik antar anggota,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Pengawas melalui Syahril menyampaikan bahwa secara umum kinerja pengurus selama Tahun Buku 2025 berjalan baik dan sesuai ketentuan.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan, di antaranya peningkatan koordinasi, penambahan aktivitas usaha, serta pemisahan pengelolaan unit usaha agar lebih profesional.
“Koperasi sudah berjalan dengan baik, namun masih perlu penguatan di beberapa sektor agar ke depan lebih optimal,” ungkapnya.
Penghulu Kampung Tasik Seminai, Hadi Suprapto, turut mengapresiasi kinerja koperasi dan berharap hubungan antara pengurus, pengawas, dan anggota tetap harmonis serta terbuka dalam menyampaikan masukan.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan manajemen perusahaan Manajer Plasma Kebun Sei Buatan, P. Fazrin, memaparkan evaluasi kinerja produksi kelapa sawit sebagai unit usaha utama koperasi.
Disebutkan, pada tahun 2025 terjadi penurunan produksi sekitar 3,2 ton per hektare per tahun atau setara 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya intensitas pemupukan serta belum optimalnya perawatan kebun.
“Dalam produksi terdapat tiga faktor utama, yaitu input, proses, dan output. Jika pemupukan berkurang, maka hasil produksi juga akan menurun,” jelasnya.
Untuk itu, pada tahun 2026 seluruh anggota diharapkan meningkatkan perawatan kebun serta mengikuti rekomendasi pemupukan agar produksi kembali meningkat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Siak, Nurma, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran anggota sebagai kekuatan utama koperasi.
Dengan jumlah anggota yang besar, koperasi dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk aktif memberikan kritik, saran, serta masukan yang konstruktif demi kemajuan koperasi.
Selain itu, pengurus diharapkan terus meningkatkan pelayanan serta mengembangkan usaha sesuai kebutuhan anggota.
RAT ini diharapkan menjadi sarana evaluasi bersama sekaligus memperkuat kelembagaan koperasi dalam mendorong kesejahteraan anggota secara berkelanjutan.
(Red)