Pertemuan PT AIP dan Nelayan di Pekanbaru Disorot, Pj Penghulu: Tidak Transparan

Mitraterkini.cim, Koto Gasib – Penjabat (Pj) Penghulu Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Aswin S.AP, menyoroti dugaan pertemuan antara manajemen PT Aneka Inti Persada (AIP) dengan kelompok nelayan yang berlangsung di Pekanbaru tanpa melibatkan Pemerintah Kampung. 

Pertemuan tersebut dinilai tidak transparan dan menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Aswin mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya negosiasi ulang terkait kompensasi bagi masyarakat nelayan Kampung Kuala Gasib yang dilakukan di salah satu kafe di Pekanbaru.

“Kami mendapat informasi adanya negosiasi kompensasi dari PT AIP kepada masyarakat nelayan Kampung Kuala Gasib, namun pemerintah kampung tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut,” ujar Aswin kepada awak media, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya telah digelar pertemuan resmi yang turut dihadiri Bupati Siak, di mana disepakati besaran kompensasi yang harus dibayarkan perusahaan kepada masyarakat nelayan.

Menurutnya, nilai kompensasi yang disepakati mencapai lebih kurang Rp1,6 miliar, dengan rincian pembayaran denda sebesar Rp1,5 miliar serta pengadaan alat tangkap ikan jenis belat senilai sekitar Rp155 juta.

Namun hingga saat ini, Pemerintah Kampung Kuala Gasib mengaku belum menerima informasi resmi mengenai hasil pertemuan lanjutan tersebut.

“Setelah pertemuan itu berlangsung, sampai sekarang kami tidak mendapatkan informasi terkait hasil ataupun keputusan yang diambil,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kampung terhadap masyarakat, pihaknya berencana segera menyurati Bupati Siak guna meminta klarifikasi atas pertemuan yang dilakukan tanpa koordinasi tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat kepada Bupati Siak untuk meminta penjelasan terkait adanya pertemuan tersebut,” tambah Aswin.

Pemerintah kampung berharap seluruh proses penyelesaian persoalan kompensasi dapat dilakukan secara terbuka, melibatkan seluruh pihak terkait, serta mengedepankan transparansi demi menjaga kepercayaan masyarakat.***

Sumber CatatanRiau.com

(Red)