
Mitraterkini.com, Rokan Hulu – Sebuah bengkel kecil dapat bertahan hidup lebih lama dibanding bengkel yang lebih besar. Albinus Silaban ( AS ) pemilik sekaligus montir bengkel yang berlokasi di Patok nol, Desa Suligi, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Sabtu, (25/10/2025).
Banyak peluang bisnis di dunia otomotif yang dapat dijalankan secara perorangan tanpa modal ratusan juta rupiah sekalipun. Salah satu bisnis di era New Normal ini adalah membuka usaha perawatan, servis, bengkel umum motor ataupun mobil.
Albinus Silaban yang lebih dikenal Pak Pogos menyampaikan bahwa sejak tahun 2016 menjalankan usaha ini tak pernah mengalami kendala berarti.
“Sembilan (9) tahun sudah berjalan nggak ada kendala putus di jalan, alhamdulillah masih lancar aja,” ujarnya.
Bapak Albinus silaban bahkan mengaku bahwa bisnis menjalankan bengkel umum memiliki risiko yang kecil.
“Risiko bengkel itu risikonya kecil, dagangan kita nggak busuk gitu seperti bisnis makanan. Terus hampir semua barang di bengkel itu bisa jadi duit, yang nggak jadi duit paling cuma kertas dan kain bekas lap,” jelas bapak Albinus Silaban.
Beberapa barang di bengkel yang dapat diputar kembali menjadi pundi-pundi uang adalah onderdil bekas. Bahkan oli bekas pun juga bisa dijual kembali ke pengepul.
“Dari besi rantai tinggal nimbang itu jadi duit lagi. Biasanya saya timbang kalau ada keperluan ke pengepul. Oli aja juga bisa, lumayan jadi duit,” papanya.
Satu-satunya kekurangan yang ingin ia tingkatkan di bisnisnya sekarang adalah penambahan dana usaha. Bengkel ( AS ) masih banyak kekurangannya terutama dana untuk pemasukan listrik. Namun, ia masih dapat bertahan karena berhasil mendapatkan kepercayaan pelanggan meski tampak kecil dan tidak berada di tempat yang terlalu ramai dilewati orang.
“Kesulitan saya sebenarnya listrik, saya pengin punya dana untuk memasukkan listrik di bengkel saya sendiri. Kadang pas lagi ramai pelanggan saya dimalam hari, saya sangat kesulitan dikarenakan penerangan lampu saya hanya emergenci, dan saya berusaha untuk pinjam dana ke BUMDES Suligi dan alhasil pinjaman tersebut di persulit,dan saya masih menjaga kwalitas pelayanan. Jangan sampai orang komplain,saya usahakan mereka puas,” tutupnya.
Reporter : Herwin Arie ganda