29 Siswa Ponpes Al Amin Siak Alami Mual dan Muntah, Dua SPPG Jadi Sorotan

MITRATERKINI.COM, SIAK – Sebanyak 29 siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kamis (15/10/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lubuk Dalam. Sementara itu, dua siswa lainnya dilaporkan dirujuk ke rumah sakit di wilayah Kerinci karena mengalami kondisi yang lebih serius.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut belum diketahui dan masih menunggu hasil investigasi serta pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan pihak Ponpes Al Amin, makanan yang disajikan kepada para siswa berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

SPPG Rawang Kao disebut menyediakan ayam yang telah diungkep, sedangkan SPPG KLO 11 Koto Gasib memasok tempe dan sambal dalam kondisi bahan mentah.

Namun, belum dapat dipastikan apakah makanan dari program MBG tersebut berkaitan langsung dengan keluhan mual dan muntah yang dialami para siswa.

Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, wartawan melakukan konfirmasi kepada Vebri selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG terkait penanganan kejadian tersebut.

Dalam keterangannya, Vebri menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan penjelasan secara lengkap mengenai kronologi kejadian.

Saat ditanya mengenai kunjungannya ke Puskesmas Lubuk Dalam, ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan proses investigasi.

Wartawan juga menanyakan keberadaan tenaga ahli gizi.

Vebri mengatakan tenaga ahli gizi masih dalam perjalanan dan meminta agar keterangan lebih lanjut ditunggu sekitar empat hari.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa Ponpes Al Amin, pihak SPPG KLO 11 Koto Gasib melalui Imam menyampaikan bahwa kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Terkait kejadian di Ponpes, saat ini masih dalam penyelidikan, Bang. Nanti kalau sudah keluar hasilnya, akan kami informasikan,” demikian jawaban Imam melalui pesan konfirmasi kepada wartawan.

Wartawan juga menanyakan siapa pihak yang menginstruksikan pengiriman tempe dan sambal ke Ponpes Al Amin, apakah atas perintah SPPG KLO 11 Koto Gasib atau SPPG Lubuk Dalam.

Namun, dalam jawaban yang diterima, Imam belum memberikan penjelasan terperinci mengenai hal tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil investigasi yang memastikan penyebab gangguan kesehatan para siswa maupun kaitan langsungnya dengan makanan MBG yang dikonsumsi.

Penjelasan lebih lanjut dari pihak SPPG terkait proses pengolahan makanan, mekanisme distribusi, pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman bahan makanan, serta langkah evaluasi dan penanganan kejadian tersebut masih diperlukan.

Masyarakat berharap proses investigasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan transparan agar penyebab kejadian segera diketahui serta keamanan makanan dalam program MBG bagi para siswa tetap terjamin.

(Red)