Mitraterkini com, Siak— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan hutan dan rawa di sekitar Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Simpang Obor, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Riau, Senin (17/8/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi di lahan milik PT Bumi Siak Pusako (BSP) tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan.
Mendapat informasi kebakaran, Tim Pemadam Kebakaran Yonif TP 851/BBC bergerak cepat ke lokasi. Sebanyak 31 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pengamanan, sekaligus pemantauan guna mencegah api meluas.
Dalam operasi tersebut, Yonif TP 851/BBC mengerahkan dua unit truk pemadam kebakaran dan satu unit truk Fuso Canter.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 19.40 WIB. Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Puntung rokok tersebut diduga jatuh di sisi jalan yang merupakan kawasan lahan gambut. Kondisi lahan yang mudah terbakar diduga membuat api dengan cepat merambat ke area hutan dan rawa di sekitarnya.
Setelah menerima laporan, personel Yonif TP 851/BBC langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 19.45 WIB, tim bersama kendaraan pemadam diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.
Petugas langsung melakukan pemadaman. Dalam prosesnya, tim juga mendapat dukungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) serta personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan api sekaligus memastikan kobaran tidak menjalar ke kawasan lainnya.
Setelah dilakukan pemadaman selama beberapa jam, sekitar pukul 22.10 WIB api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul. Sekitar pukul 22.50 WIB, seluruh tim pemadam Yonif TP 851/BBC kembali menuju markas.
Tidak Ada Korban Jiwa
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan lahan sekitar 1,5 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiel yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Meski api telah berhasil dipadamkan, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar membuat bara api berpotensi kembali memicu kebakaran.
Yonif TP 851/BBC juga meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana pemadam sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya Karhutla di wilayah sekitar.
Koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat, khususnya pengguna jalan, diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut dan rawan terhadap kebakaran.
Dugaan puntung rokok sebagai penyebab kebakaran masih merupakan informasi awal berdasarkan kondisi di lapangan. Penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.***
(Red)