MitraTerkini.com, Bengkalis – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sahabat Mulia Bengkalis, M. Alif, berhasil meraih sertifikat pelatihan pengelolaan limbah dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi SPPG Sahabat Mulia sekaligus menunjukkan komitmen dalam mendukung pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
M. Alif memimpin SPPG Sahabat Mulia 4XJHZS3V I Bengkalis #002 di bawah naungan Yayasan Tunas Hasyim Cendekia, yang berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Saat ditemui Rabu (15/7/2026), M. Alif mengatakan bahwa dirinya telah mengikuti pelatihan penanganan SPPG dan pengelolaan limbah dapur yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional pada 20 Juni 2026 di Hotel Furaya, Pekanbaru.
“Pelatihan ini memberikan banyak ilmu dan wawasan baru mengenai tata kelola dapur SPPG, khususnya dalam pengelolaan sanitasi dan limbah agar sesuai standar yang ditetapkan,” ujar M. Alif.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh sejumlah materi penting, antara lain:
Pengarahan dan pembukaan oleh Kepala Badan Gizi Nasional wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.
Manajemen sanitasi.
Pemilahan sampah dan penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Pengelolaan sampah organik menjadi maggot.
Pengelolaan limbah cair.
Praktik pemanfaatan limbah, termasuk penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur SPPG.
Menurut M. Alif, pelatihan tersebut juga dihadiri perwakilan Badan Gizi Nasional dari pusat dan diikuti sekitar 165 Kepala SPPG dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
“Ini merupakan pelatihan perdana yang dilaksanakan di Riau. Kami mendapatkan bekal yang sangat penting untuk diterapkan di SPPG masing-masing, terutama dalam menciptakan pengelolaan limbah yang aman, bersih, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Atas keberhasilannya menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, M. Alif dinyatakan lulus dan berhak menerima Sertifikat Pengelolaan Limbah dari Badan Gizi Nasional.
Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Bengkalis maupun Provinsi Riau untuk terus meningkatkan kompetensi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus menerapkan sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar kesehatan dan kelestarian lingkungan.***
(N.D)