Mitraterkini.com, Siak – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek Lubuk Dalam melaksanakan pengecekan persiapan lahan tanaman jagung pipil di Kampung Rawangkao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Rabu (06/05/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.15 WIB tersebut dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Pertamina KM 11 RT 14 RW 02, Kampung Rawangkao.
Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kampung Rawangkao, Aipda Wandri Sutrisno, bersama Ketua HKTI Kecamatan Lubuk Dalam.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan pertanian seluas 1 hektare yang akan ditanami jagung pipil dengan metode monokultur sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Lubuk Dalam.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui lahan telah dilakukan pengolahan awal dengan cara diluku atau dibajak.
Selain itu, lahan juga telah diberikan pupuk dasar berupa dolomit dan pupuk kandang ayam guna meningkatkan kesuburan tanah.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan proses pembajakan lanjutan serta pengolahan menggunakan rotari agar struktur tanah menjadi lebih gembur dan siap untuk proses penanaman.
Kapolsek Lubuk Dalam, IPTU Marhengky, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kesiapan lahan pertanian masyarakat benar-benar optimal sebelum dilakukan penanaman.
Kami juga mendorong para petani untuk terus memanfaatkan lahan secara maksimal guna meningkatkan hasil produksi, khususnya tanaman jagung pipil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Lubuk Dalam.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor ketahanan pangan,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
(Red)