Puluhan Buruh PBM Sungai Apit Tuntut Hak Kerja ke PT Biomasa, Harap Pemerintah Turun Tangan

Mitraterkini.com, SIAK – Puluhan buruh bongkar muat (PBM) mendatangi PT RSB atau PT Biomasa di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Jumat (10/4/2026). 

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut agar dapat kembali dipekerjakan setelah kehilangan mata pencaharian utama.

Para buruh mengaku telah bekerja sejak awal perusahaan tersebut berdiri dan merupakan warga tempatan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Salah seorang buruh, Abubakar, menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut menjadi satu-satunya sumber nafkah bagi keluarganya.

“Kami sudah bekerja di sini sejak perusahaan ini berdiri. Kami juga masyarakat tempatan di kampung tempat perusahaan ini beroperasi. Sekarang kami kehilangan pekerjaan, padahal inilah satu-satunya mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 60 buruh yang tergabung dalam PBM SSB kehilangan pekerjaan setelah perusahaan tempat mereka bernaung kalah dalam proses tender.

“Kami buruh dari PBM SSB kehilangan pekerjaan setelah kalah tender dari PBM lain yang kami belum mengetahui siapa pengurusnya. Yang kami sesalkan, pihak PBM yang baru memenangkan tender tidak melakukan koordinasi dengan kami sebagai pekerja lokal,” jelasnya.

Para buruh berharap Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya Bupati Siak, dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar mereka bisa kembali bekerja

“Kami berharap Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Siak, dapat membantu kami mempertahankan pekerjaan ini. Kami akan tetap bertahan di sini sampai ada kejelasan dan penyelesaian,” tambah Abubakar.

Aksi para buruh berlangsung di area perusahaan dengan pengawalan aparat kepolisian dan Babinsa setempat. Situasi di lapangan terpantau kondusif, meskipun para buruh masih bertahan menunggu kejelasan.

Hingga saat ini, para buruh masih menunggu hasil mediasi antara perwakilan mereka dengan pihak perusahaan terkait tuntutan tersebut.***

(Tim)