Beton Jalan Baru Empat Hari Sudah Rusak Parah, Standar Perbaikan Proyek PUPR Rohil Dipertanyakan

MITRATERKINI.COM, ROKAN HILIR – Proyek peningkatan Jalan Jenderal Sudirman (Kubu–Babussalam), Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya, proyek senilai Rp19.388.264.964 yang bersumber dari APBD Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2026 itu ditemukan mengalami keretakan, meski progres pekerjaan baru mencapai sekitar 35 persen dan jalan disebut belum pernah dilalui kendaraan.

Proyek yang dikerjakan PT TGJ dan diawasi CV AK tersebut menjadi perhatian setelah foto keretakan beton beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp masyarakat Rokan Hilir.

Dalam foto yang beredar, terlihat seorang pekerja melakukan penanganan terhadap celah beton yang retak menggunakan botol plastik bekas air mineral dan cetok kecil. Cairan tampak dituangkan secara manual ke bagian beton yang mengalami keretakan.

Menanggapi foto tersebut, pelaksana lapangan berinisial Heru memberikan klarifikasi pada Jumat (23/10/2026). Ia membenarkan bahwa aktivitas dalam foto merupakan pekerjaan timnya di lokasi proyek.

“Beton jalan yang retak sudah kita tangani, tetapi itu bukan injeksi. Karena umur beton itu baru empat hari,” ungkap Heru saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, beton masih dalam masa pematangan sehingga penanganan permanen akan dilakukan setelah mencapai umur yang ditentukan.

Untuk sementara, pihaknya melakukan penanganan awal menggunakan cairan Sika yang dicampur semen serta Conbextra untuk bagian permukaan.
Heru juga menyebutkan bahwa keretakan tersebut merupakan retak melintang, bukan retak memanjang.

Namun, berdasarkan penelusuran lanjutan redaksi terhadap dokumentasi foto terbaru, terlihat plastik alas berwarna hitam mengalami sobekan hingga bagian samping bekisting.

Temuan visual tersebut memunculkan dugaan bahwa keretakan beton telah menembus seluruh ketebalan panel atau dikenal dengan istilah full depth crack.

Menurut seorang ahli teknologi perkerasan kaku yang dimintai pendapat oleh redaksi, keretakan beton yang menembus seluruh ketebalan panel pada usia dini merupakan kondisi serius yang harus diperiksa secara teknis.

Ia menjelaskan, beton mutu K-350 yang dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan mendapatkan perawatan atau curing secara memadai seharusnya memiliki ketahanan yang baik terhadap kerusakan pada usia dini.

Menurutnya, keretakan tersebut dapat mengindikasikan sejumlah kemungkinan, di antaranya kegagalan perawatan beton maupun persoalan pemadatan tanah dasar.

“Jika pada umur empat hari sudah mengalami patah tembus, perlu dilakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebabnya. Untuk kerusakan kategori full depth, penanganannya tidak cukup hanya dengan penambalan manual. Perlu dilakukan evaluasi dan, apabila hasil pemeriksaan mengharuskan, pembongkaran satu panel penuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti metode penanganan keretakan dengan menuangkan cairan secara manual menggunakan botol bekas. Menurutnya, metode tersebut perlu diuji kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis pekerjaan perkerasan beton.

Ia menyarankan agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemotongan dan pembongkaran panel apabila diperlukan, pengujian kepadatan tanah dasar, pemadatan ulang, serta pengecoran kembali menggunakan mutu beton sesuai persyaratan teknis.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek di Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir berinisial FR, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan bahwa keretakan beton dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

“Penyebab retak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu kemungkinan adanya guncangan akibat aktivitas lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan,” ujar FR.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, ruas jalan yang sedang dikerjakan disebut belum pernah dilalui kendaraan. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai faktor penyebab keretakan yang sebenarnya.

Publik berharap Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyelu