MITRATERKINI.COM, SIAK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Transmigrasi Empang Pandan ke-41 menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang masyarakat transmigrasi sejak 1984 hingga 2026.
Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Maju Bersama”, peringatan yang digelar di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, ini diisi dengan pemutaran dokumentasi perjalanan sejarah transmigrasi selama lebih dari empat dekade.
Pemutaran dokumentasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-41.
Melalui tayangan itu, masyarakat diajak menelusuri kembali sejarah awal kedatangan warga transmigrasi pada 1984, perjuangan para pendahulu dalam membangun kehidupan, hingga perkembangan Kampung Empang Pandan sampai 2026.
Dokumentasi sejarah ini juga menjadi pengingat bagi generasi penerus tentang pentingnya menghargai perjuangan para perintis yang telah meletakkan fondasi pembangunan dan kehidupan bermasyarakat di Kampung Empang Pandan.
Penghulu Kampung Empang Pandan, Agus Mulyono, bersama tokoh masyarakat Haji Sahri menjadi bagian dari unsur masyarakat yang diharapkan terus berperan dalam menjaga nilai-nilai sejarah, mempererat persatuan, serta mendorong kemajuan kampung.
Selain menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah, peringatan HUT Transmigrasi Empang Pandan ke-41 juga dimeriahkan dengan pesta hiburan rakyat yang menghadirkan sejumlah pengisi acara, di antaranya Lala Widy, Elok X Trio Macan, Nabila Band, serta Glossy Dancer.
Kemeriahan acara dipandu oleh pembawa acara Ezy dan Vita. Pesta hiburan tersebut dipusatkan di Lapangan Bola Sri Bijuangsa, Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Peringatan HUT ke-41 ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah bagi generasi muda agar tetap mengenal asal-usul kampung dan menghargai perjuangan para pendahulu.
Dengan semangat “Bersatu, Berkarya, Maju Bersama”, masyarakat Kampung Empang Pandan diharapkan terus memperkuat persatuan, menjaga tradisi gotong royong, serta berkolaborasi dalam mendorong pembangunan dan kemajuan kampung pada masa mendatang.
(Red)