MitraTerkini.com

Terancam Dipidanakan Bupati Mitra, Dirut RS RB: Pengelolaan Sampah Sudah Sesuai Ketentuan

Januari 28
20:22 2020
Bagikan

James Sumendap & dr Femi Langi

Ratahan, MitraTerkini.com – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH menyoroti aktifitas pembuangan limbah medis secara sembarangan oleh mobil pengangkut sampah yang diduga milik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ratatotok Buyat.

Diungkapkan Bupati James Sumendap, sebelumnya dirinya menerima laporan bahwa ada mobil plat merah yang diketahui kendaraan sampah RSUP Ratatotok Buyat, dicegat masyarakat karena mereka dengan sembarangan membuang sampah di wilayah Ratatotok.

“Saya baru tahu ternyata sampah rumah sakit dibuang sembarangan. Sebelum berdampak lebih buruk bagi warga, saya akan turunkan tim untuk menelusuri bagaimana cara pengelolaan sampah atau limbah di RSUP Ratatotok Buyat,” kata Sumendap melalui grup What’sApp, Senin (27/1/2020).

Lebih lanjut, Sumendap mengingatkan pihak rumah sakit agar tidak sembarangan membuang sampah medis. Menurut Sumendap, seharusnya pihak rumah sakit membuang sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) bukan di tempat pembuangan sementara (TPS).

“Kalo direkturnya tidak mengendalikan sampah secara benar di RUSP Ratatotok, saya akan pidanakan direkturnya!,” ancam sang gladiator.

Dirut dr Femi Langi ketika melakukan klarifikasi kepada Pemerintah Kecamatan Ratatotok dan Dinas Lingkungan Hidup Mitra

Menanggapi persoalan tersebut, Dirut RSUP Ratatotok Buyat dr Femi Langi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada Pemerintah Kecamatan Ratatotok dan Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Kabupaten Mitra. “Kami sudah bertemu Ibu Camat Ratatotok dan DLH Mitra dan sudah memberikan klarifikasi,” jelas Langi saat menghubingi MitraTerkini.com, Selasa (28/1/2020).

Menurut Langi, untuk pengelolaan sampah di RSUP Ratatotok Buyat sudah sesuai ketentuan atau standar yang berlaku. “Rumah sakit ini sudah sesuai untuk pengelolaan dan pemilahan sampah. Tidak mungkin kami lulus akreditasi kalo itu semua belum disiapkan,” beber Langi.

Lebih lanjut Langi menjelaskan, untuk sampah infeksius, sampah medis serta limbah cair, sudah dipilah dan dikelola melalui MoU dengan pihak ketiga. Hal ini sesuai dengan regulasi pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.

“Sampah rumah sakit itu ada sampah infeksius, sampah benda tajam (jarum-jarum), sampah medis atau non infeksius, dan sampah umum. Nah, selain sampah umum atau sampah jenis rumah tangga berupa sampah makanan sisa pasien atau sisa di dapur, semua sudah dikelola dan tidak dilepas ke tempat sampah umum. Sampah-sampah tersebut dijemput oleh pihak ketiga dan dibawa sampai ke Makassar. Kami punya bukti-buktinya,” terang Langi.

Terkait tudingan bahwa pihaknya memembuang limbah medis secara sembarangan sebagaimana disoroti Bupati Mitra James Sumendap, Langi mengatakan untuk sampah yang dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS), itu adalah sampah jenis rumah tangga atau sampah umum yang sesuai ketentuan dibuang di TPS.

“Sejak rumah sakit berdiri 2009 sampai kemarin, memang di situ menjadi tempat pembuangan dan tidak ada informasi atau pemberitahuan sebelumnya bahwa TPS ini akan ditutup. Bahkan tahun 2018 RSUP Buyat Ratatotok berkontribusi dalam penataan TPS tersebut,” tutup Langi sembari menambahkan bahwa sorotan ke pihaknya tentu menjadi sebuah kewaspadaan sehingga menjadi semakin baik kedepannya.

(Red/***)

 
 


Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!