MitraTerkini.com

Reses Tak Dihadiri Aparat Desa, Pelleng Sebut Ada Intervensi Oknum Pejabat

Desember 15
12:43 2019
Bagikan

Royke Pelleng

Silian Raya, MitraTerkini.com – Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Royke Pelleng, baru-baru ini melaksanakan agenda reses pertama yang dilaksanakan di Desa Silian Tengah, Kecamatan Silian Raya.

Meski kerja-kerja kerakyatan itu terbilang sukses karena kehadiran konstituen membludak hingga mencapai kurang lebih 500 orang, ternyata itu tak cukup membuat legislator Partai Nasdem ini puas.

Bagaimana tidak, egenda dalam rangka menyerap aspirasi rakyat yang baru pertama kali dilakukan pasca duduk di kursi legislatif, tak satu pun dihadiri aparat desa. Sontak hal ini membuat Pelleng naik pitam dan langsung menyinggung ketidakhadiran perangkat desa dan hukum tua yang ada di Kecamatan Silian Raya.

“Apa karena masih ada perbedaan atau karena saya terlalu vokal mengkritik pemerintah makanya tidak ada aparat desa yang mau hadir? Perlu bapak ibu ketahui, saya di Komisi I bermitra dengan perangkat desa, hukum tua dan camat. Jadi, kenapa takut hadir,” sesal Pelleng.

Mantan kader terbaik partai yang diketuai sang gladiator James Sumendap ini kemudian menitipkan pesan kepada peserta reses untuk diteruskan kepada perangkat desa secara khusus para hukum tua.

“Bapak ibu masyarakat, salam kepada para hukum tua. Sampaikan Royke Pelleng ada di komisi I. Jadi bekeng bae-bae itu dana desa kong bapak ibu awasi. Kalo ada penyimpangan sampaikan kepada saya sebagai anggota DPRD,” tegasnya.

Tak sampai disitu, Pelleng kemudian membeberkan ihkwal ketidakhadiran aparat desa dalam resesnya. Diungkapkan Pelleng, berdasarkan info yang diterimanya, aparat desa sebetulnya berkenan hadir. Hanya saja ada desas desus bagi perangkat desa yang hadir penghasilan tetap mereka terancam.

“Informasi ada intervensi dan campur tangan pemerintah kecamatan. Katanya, instruksi camat kalo reses anggota DPRD Mitra Fanli Mokolomban aparat desa dan hukum tua harus hadir. Tapi untuk agenda reses Royke Pelleng tidak ada petunjuk kepada aparat desa,” tukas Pelleng sembari menyayangkan masih adanya sikap-sikap politik identitas yang terus saja dipraktekan apalagi datang dari aparat pemerintah.

“Kita boleh beda pilihan saat itu. Tapi setelah proses politik kita lalui dan melahirkan pemimpin pilihan rakyat, sudah tentu tidak ada lagi perbedaan. Siapa pun yang terpilih mereka adalah pemimpin seluruh masyarakat bukan individu atau kelompok tertentu. Dan selaku aparat pemerintah, sudah seharusnya memberikan pendidikan politik yang baik ditengah masyarakat,” harap Pelleng.

Sementara itu, Camat Silian Raya Meike Solang belum berhasil dimintakan klarifikasinya. Dihubungi via telpon seluler dan WhatsApp namun tidak dijawab.

(Red/***)

 
 


Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!